Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Obligasi Hijau Tembus Rp 31,6 Triliun, Investor Didorong Prioritaskan Lingkungan
    Ekonomi

    Obligasi Hijau Tembus Rp 31,6 Triliun, Investor Didorong Prioritaskan Lingkungan

    Jakarta menorehkan catatan hijau di pasar modal, namun tantangan kesadaran investor masih jadi soal yang tak kasat mata.
    By Ericka25 April 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Penerbitan Obligasi Hijau Indonesia 2025
    Ilustrasi Penerbitan Obligasi Hijau Indonesia 2025 (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Penerbitan obligasi hijau di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan, mencapai Rp 31,67 triliun hingga Kamis (24/4/2025). Angka ini merupakan akumulasi sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, yang kala itu hanya mencatat Rp 500 miliar.

    Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Maulana, menyampaikan data tersebut dalam Executive Forum “Kesiapan Dana Swasta Indonesia Dalam Pembiayaan Iklim” di Jakarta pada Jumat (25/4/2025). Ia menyebutkan bahwa dari total itu, Rp 11,91 triliun di antaranya berasal dari penerbitan sustainability bond tahun ini.

    “Kami mewajibkan emiten untuk mempertanggungjawabkan rencananya ke depan, bagaimana upaya mereka memperbaiki lingkungan,” kata Maulana.

    Penerbitan green bond menjadi salah satu bentuk nyata upaya pembiayaan berkelanjutan. Instrumen ini memberi peluang bagi investor untuk berkontribusi dalam perbaikan kualitas lingkungan hidup.

    Selain obligasi hijau, OJK juga mendorong perusahaan yang tercatat di bursa untuk menyusun dan melaporkan laporan keberlanjutan.

    Laporan tersebut penting agar investor dapat menilai sejauh mana komitmen perusahaan terhadap lingkungan. Namun Maulana menyoroti tantangan besar dalam mengubah pola pikir investor domestik, yang masih cenderung mengejar keuntungan pribadi ketimbang mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

    “Bagaimana kita bisa menjadikan investor sadar bahwa ini penting? Apalagi Indonesia sudah berjanji kepada dunia untuk mencapai zero emission pada tahun 2060,” lanjutnya.

    Ia mengajak para pelaku pasar untuk mulai mempertimbangkan pengorbanan dalam imbal hasil demi kontribusi terhadap pelestarian bumi.

    Perubahan orientasi investasi ini diharapkan dapat memperkuat peran sektor keuangan dalam mewujudkan target iklim nasional.

    Dengan pertumbuhan penerbitan yang pesat, Indonesia tampaknya siap menjadi pemimpin pembiayaan iklim di kawasan, asalkan kesadaran investor bisa dikuatkan seiring regulasi dan transparansi yang makin diperketat.

    Green Bond 2025 Investasi Ramah Lingkungan Obligasi Hijau OJK Indonesia Pembiayaan Berkelanjutan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.