Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Pemanfaatan Energi Terbarukan Bali Masih Rendah
    Lingkungan

    Pemanfaatan Energi Terbarukan Bali Masih Rendah

    By Richard20 Mei 2025Updated:20 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi energi terbarukan bali yang masih rendah (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Denpasar – Meskipun memiliki potensi energi terbarukan lebih dari 26 gigawatt (GW), realisasi pemanfaatan energi ramah lingkungan di Provinsi Bali baru mencapai 1,48 persen hingga tahun 2024, dengan kapasitas terpasang sebesar 7,45 megawatt (MW). Menyadari perlunya percepatan transisi energi, Pemerintah Provinsi Bali meresmikan program Percepatan Pemanfaatan PLTS Atap pada 15 Mei 2025.

    Program ini merupakan bagian dari visi “Bali Mandiri Energi” dan langkah awal menuju pencapaian Bali Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission/NZE) pada 2045, yang ditetapkan 15 tahun lebih awal dari target nasional di tahun 2060.

    Sebagai bentuk edukasi publik dan kampanye penggunaan energi bersih, Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) menginisiasi “Jelajah Energi Bali”, sebuah program kunjungan lapangan ke sembilan lokasi berbasis energi terbarukan yang berlangsung pada 20–24 Mei 2025.

    “Peta Jalan Bali NZE 2045 tengah kami susun bersama CORE Udayana dan IESR. Selain itu, kami sudah memiliki roadmap untuk Nusa Penida agar 100 persen menggunakan energi terbarukan pada 2030,” ujar I.B. Setiawan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, dalam pernyataan resminya, Selasa (20/5/2025).

    Marlistya Citraningrum, Manajer Program Akses Energi Berkelanjutan IESR, menyampaikan bahwa “Jelajah Energi Bali” merupakan bukti bahwa transformasi energi bersih tak hanya sebatas rencana, melainkan sudah berjalan di berbagai titik Bali.

    “Mulai dari PLTS untuk fasilitas umum dan bisnis, pemanfaatan biogas di desa, hingga mikrohidro di daerah terpencil. Semua inisiatif ini membuktikan bahwa transisi energi sangat mungkin dilakukan dan bisa diperluas,” tuturnya.

    Beberapa lokasi yang dikunjungi dalam program ini antara lain PLTS Apung Waduk Muara Nusa Dua, PLTS di Padma Resort Legian, PLTS Sensatia Botanicals Sanur, Subak Desa Keliki, hingga PLTS 1 MWp di Karangasem. Selain itu, biogas juga dimanfaatkan di Desa Puhu dan Desa Payangan, serta terdapat mikrohidro di Panji Muara Sukasada.

    Pemerintah Bali berharap pendekatan terintegrasi ini dapat mempercepat realisasi energi terbarukan dan menjadikan Bali sebagai contoh utama dalam transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

    Energi Terbarukan Bali NZE Bali PLTS Atap Transisi Energi 2045
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Puluhan Cagar Budaya Rusak Akibat Banjir Sumatera

    8 Desember 2025

    Gubernur Minta Menteri LH Bantu Normalisasi Sungai Mahakam

    4 Juli 2025

    Kemenhut Tetapkan 332 Ribu Ha Hutan Adat, Satgas Dilibatkan

    4 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.