Jakarta – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali tergelincir pada perdagangan pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg per Rabu (21/5/2025) pukul 09.38 WIB, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp 16.408, turun tipis sebesar 5 poin atau sekitar 0,03% dibandingkan hari sebelumnya.
Pembukaan perdagangan sempat menempatkan dolar AS di posisi Rp 16.413 sebelum kembali tertekan. Pergerakan mata uang Paman Sam terhadap sejumlah mata uang dunia juga menunjukkan tren beragam. Dolar AS melemah terhadap yen Jepang dan franc Swiss, namun menguat terhadap euro, pound sterling, dan dolar Australia.
Data dari Reuters menunjukkan angka yang sedikit berbeda, di mana pada pukul 09.40 WIB dolar AS tercatat di level Rp 16.386, mengindikasikan adanya fluktuasi yang cukup aktif di pasar valuta asing.
“Pergerakan dolar AS saat ini masih sangat dipengaruhi oleh proyeksi suku bunga The Fed dan sentimen global lainnya, termasuk data inflasi serta ketegangan geopolitik,” ujar seorang analis valas yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan bahwa pelemahan dolar AS pagi ini memberi ruang bagi rupiah untuk bernapas di tengah tekanan eksternal yang cukup kuat sejak awal tahun.
Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah menanti kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Kebijakan ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dalam jangka pendek, pergerakan dolar AS masih diprediksi fluktuatif mengikuti rilis data ekonomi AS, seperti klaim pengangguran dan hasil rapat FOMC yang akan datang.
Pelemahan tipis dolar AS terhadap rupiah di awal perdagangan ini menjadi indikasi bahwa pasar masih mencoba membaca arah kebijakan moneter global, sementara investor domestik tetap waspada terhadap sentimen eksternal yang berkembang.

