Bruges – Kota Bruges di Belgia, yang dikenal sebagai salah satu kota abad pertengahan paling terjaga di dunia, kini menghadapi tantangan serius. Meningkatnya jumlah wisatawan justru membawa dampak negatif terhadap kelestarian kota. Banyak pengunjung yang dilaporkan mencungkil batu-batu jalanan tua yang menjadi ciri khas kota ini dan menjadikannya sebagai suvenir pribadi.
Pusat kota Bruges telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2000 karena keaslian tata kotanya yang dipertahankan sejak abad pertengahan. Jalanan berbatu, kanal-kanal tenang, dan bangunan bergaya gotik menjadi daya tarik utama. Namun, ironisnya, elemen-elemen autentik ini kini terancam oleh perilaku wisatawan yang tidak bertanggung jawab.
Dewan kota Bruges menyampaikan kemarahannya atas tindakan tersebut. “Ini bukan hanya tindakan vandalisme, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap sejarah dan budaya,” ujar seorang juru bicara pemerintah kota. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang tengah mempertimbangkan langkah hukum dan edukasi untuk mengatasi persoalan ini.
Julukan “Venesia dari Utara” melekat pada Bruges karena kanal-kanalnya yang menawan dan membelah kota. Kanal-kanal ini memungkinkan wisatawan menjelajah kota dari perahu, menikmati arsitektur khas yang membentang sejak abad ke-13 hingga ke-15. Tak hanya kanal, Menara Belfry yang ikonik juga menjadi pusat perhatian wisatawan, dengan 366 anak tangga menuju puncak untuk melihat panorama kota.
Selain keindahan visual, Bruges juga dikenal sebagai surganya cokelat Belgia. Terdapat lebih dari 50 toko cokelat serta Choco-Story Museum yang menjelaskan sejarah cokelat Belgia. Ragam rasa dan kualitasnya menjadikan kota ini magnet bagi pencinta manis dari seluruh dunia.
Bruges juga menyimpan pelabuhan bersejarah Zwin, yang pernah menjadikannya pusat perdagangan terbesar Eropa pada abad ke-12 hingga 15. Kini, pelabuhan tersebut menjadi kawasan konservasi alam yang menambah nilai historis kota.
Gereja Onze-Lieve-Vrouwekerk atau Our Lady Church juga menjadi daya tarik, terutama karena menyimpan patung Madonna and Child karya Michelangelo, satu-satunya karya sang maestro yang berada di luar Italia semasa hidupnya.
Namun jika tidak segera ditangani, ancaman kerusakan dari aktivitas turis bisa menggerus pesona abadi Bruges. Pemerintah kota dan komunitas lokal kini dihadapkan pada dilema antara menjaga kelestarian dan merangkul pariwisata.

