Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Selasa 24 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » TBS Energi Divestasi Dua PLTU Demi Masa Depan Hijau
    Ekonomi

    TBS Energi Divestasi Dua PLTU Demi Masa Depan Hijau

    By Richard29 Mei 2025Updated:29 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi TBS yang fokuskan untuk gunakan energi hijau (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Dalam upaya ambisius menuju bisnis ramah lingkungan, PT TBS Energi Utama Tbk resmi menyelesaikan divestasi dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) miliknya. Aksi korporasi ini menandai langkah nyata perusahaan dalam memangkas emisi karbon dan memperkuat fondasi bisnis energi terbarukan di masa depan.

    PLTU yang dilepas adalah unit berkapasitas 100 MW di Minahasa Utara serta satu unit lain di Gorontalo. Divestasi ini merupakan bagian dari roadmap TBS 2030 yang bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis batu bara. Dengan melepaskan dua aset tersebut, TBS mengklaim berhasil mengurangi emisi karbon hingga 80% atau sekitar 1,3 juta ton CO2e per tahun.

    “Langkah atas kedua aset ini akan menyumbang pada pengurangan emisi karbon secara signifikan. Ini bukan sekadar pelepasan aset, tapi bagian dari transformasi besar yang kami jalankan,” kata Direktur TBS Energi, Juli Oktarina, dalam keterangan tertulis Kamis (29/5/2025).

    Ia menjelaskan bahwa hanya dari divestasi PLTU Minahasa Utara, pengurangan emisi bisa mencapai 777 ribu ton CO2e per tahun, atau sekitar 45% dari total emisi perusahaan sebelum transformasi. Hal ini sejalan dengan komitmen TBS dalam mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan, khususnya di sektor energi bersih, pengelolaan limbah, dan mobilitas listrik.

    Pendapatan TBS pada kuartal I 2025 tercatat sebesar US$ 71,5 juta, menurun dibanding periode yang sama tahun lalu akibat perubahan komposisi bisnis pasca-divestasi. Namun, EBITDA disesuaikan tetap mencatat angka US$ 15,8 juta, dengan arus kas bersih mencapai US$ 44,1 juta dan posisi kas akhir kuartal sebesar US$ 126,1 juta.

    Segmen pengelolaan limbah menjadi motor baru dengan kontribusi EBITDA sebesar US$ 2,6 juta. Juli menyebut kontribusi ini akan meningkat seiring masuknya Sembcorp Environment, yang proses akuisisinya telah selesai akhir Maret 2025.

    “Kami melihat kuartal ini sebagai momentum penting dalam perjalanan kami membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan. Arus kas yang sehat mencerminkan kekuatan fundamental kami,” tambahnya.

    Dengan total aset meningkat 11% menjadi US$ 1,048 miliar dan ekuitas sebesar US$ 359,6 juta, TBS terus membuktikan bahwa transisi menuju energi hijau tidak mengorbankan kinerja finansial. Transformasi ini bukan sekadar retorika, tapi strategi bisnis jangka panjang yang sedang diimplementasikan secara disiplin dan konsisten.

    Divestasi PLTU Ekonomi Berkelanjutan Emisi Karbon TBS Energi Hijau Transformasi Energi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.