Jakarta – Aliran modal dari Tiongkok terus mengalir deras ke proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga akhir Mei 2025, nilai investasi dari negeri tirai bambu ke IKN telah menembus hampir Rp 70 triliun, menjadi bukti nyata kepercayaan besar terhadap masa depan kota baru Indonesia itu.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyebutkan bahwa sekitar Rp 68,4 triliun dari total tersebut berasal dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sektor yang mendapat suntikan dana antara lain perumahan, Moda Unik Terpadu (MUT), serta infrastruktur jalan. Selain itu, terdapat juga investasi asing langsung senilai Rp 500 miliar yang digelontorkan oleh PT Delonix Bravo Investment.
“Investasi konsorsium dan perusahaan asal Tiongkok telah berinvestasi hampir Rp 70 triliun di IKN ini. Ini merupakan kepercayaan besar, investasi yang sudah berjalan akan berlanjut,” kata Agung dalam keterangannya, Minggu (1/6/2025).
Salah satu proyek yang telah dimulai adalah pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex yang berdiri di atas lahan 24.200 m². Kompleks ini akan menghadirkan hotel ramah lingkungan, apartemen servis, perkantoran, ritel, ruang olahraga, hingga ruang terbuka hijau.
Dua konsorsium besar, yakni CHEC-IJM dan CSCEC-CREC, tengah mengembangkan proyek MUT dan pembangunan jalan. Nilai masing-masing proyek diperkirakan mencapai Rp 27,1 triliun dan Rp 27,9 triliun. Keduanya kini berada dalam tahap studi kelayakan sebelum dilelang secara terbuka.
Selain itu, proyek KPBU Perumahan oleh konsorsium IJM-CHEC dengan nilai Rp 13,4 triliun juga sedang dalam evaluasi. Proyek ini mencakup pembangunan 20 menara rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan WP 1B.
Menurut Agung, hingga 26 Mei 2025, Otorita IKN telah menerima 36 surat minat (Letter of Interest) dari perusahaan-perusahaan Tiongkok, terdiri dari 32 untuk skema KPBU dan 4 untuk investasi langsung. Minat mereka tersebar di berbagai sektor, mulai dari energi, digital, pengelolaan sampah, hingga industri gaya hidup dan media.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin kelancaran proyek-proyek tersebut, termasuk melalui jaminan bersama dari Kementerian Keuangan.
“Kami menjamin pembangunan tidak akan berhenti di tengah jalan,” ujarnya dalam pertemuan dengan konsorsium CHEC-IJM.
Duta Besar China untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong, menyambut baik perkembangan ini dan menyatakan IKN sebagai peluang strategis investasi di Asia Tenggara. Ia juga mendorong lebih banyak perusahaan China untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
Dengan keterlibatan kuat Tiongkok, IKN terus menunjukkan dirinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menarik investor global

