Jakarta – Fenomena migrasi digital tengah terjadi di Amerika Serikat. Ribuan pengguna mulai meninggalkan Instagram, Facebook, dan Threads, tiga platform utama milik Meta. Gelombang kepergian ini dipicu oleh kombinasi kebijakan kontroversial dan kekhawatiran privasi yang semakin meluas.
Google Trends mencatat lonjakan signifikan pada pencarian seperti “cara menghapus akun Instagram” hingga “alternatif untuk Facebook” dalam beberapa minggu terakhir. Data ini menunjukkan adanya gelombang penolakan terhadap platform yang selama bertahun-tahun mendominasi dunia media sosial tersebut.
Sumber masalah bermula ketika CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara resmi menghentikan program pengecekan fakta oleh pihak ketiga, melonggarkan moderasi konten, dan mencabut pembatasan terhadap konten politik. Langkah-langkah ini banyak dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden AS saat ini, Donald Trump.
“Meta sebelumnya berada di jalur yang benar dengan kebijakan pengecekan fakta dan moderasi ujaran kebencian. Tapi sejak perubahan itu, situasinya berbalik drastis,” tulis salah satu pengamat media sosial dalam dokumen internal Meta yang bocor.
Kebijakan baru ini dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran misinformasi, ujaran kebencian, dan kekerasan politik. Bahkan, dokumen internal mengungkap bahwa Meta sebelumnya menyadari bagaimana caranya membendung polarisasi dan konspirasi, namun membiarkannya berkembang demi alasan politis.
Tak hanya soal konten, kekecewaan terhadap Meta juga datang dari kalangan seniman. Mereka menuding perusahaan tersebut menggunakan gambar-gambar dari Instagram dan Facebook untuk melatih kecerdasan buatan (AI) tanpa izin pengguna. Banyak seniman merasa karyanya dijiplak oleh model AI milik Meta, tanpa kompensasi ataupun pemberitahuan.
“Ini bukan cuma tentang teknologi, ini tentang etika. Karya kami disalahgunakan untuk membangun sistem yang meniru tanpa menghormati sumber aslinya,” ujar salah satu seniman digital yang aktif di Instagram.
Kombinasi antara pelonggaran etika moderasi dan pelanggaran privasi ini tampaknya menjadi pendorong utama hilangnya kepercayaan publik terhadap Meta. Banyak pengguna kini mencari alternatif media sosial yang lebih transparan dan menghargai hak pengguna.
Dengan meningkatnya pencarian tentang cara menghapus akun serta kritik yang datang dari berbagai kalangan, Meta menghadapi tantangan besar untuk memulihkan reputasi dan mempertahankan basis penggunanya.

