Jakarta – Secangkir kopi hangat di pagi hari sering dianggap penyemangat harian, namun bagi sebagian orang, ritual ini justru mengundang rasa mulas atau dorongan kuat ke toilet. Apa sebenarnya penyebabnya?
Fenomena ini ternyata bukan isapan jempol. Sebuah studi terhadap 92 responden menunjukkan bahwa sekitar 29 persen dari mereka merasa ingin buang air besar hanya dalam waktu 30 menit setelah meminum kopi. Hal ini menandakan bahwa kopi memang memiliki efek fisiologis langsung terhadap sistem pencernaan, khususnya usus besar.
Menurut Dr. Adil Maqbool, seperti dikutip dari Eat This Not That, kopi merangsang aktivitas otot di usus besar. “Minum kopi bisa merangsang otot-otot di usus besar, yang menyebabkan sensasi ingin buang air besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kandungan kafein dalam kopi adalah stimulan alami yang dapat mempercepat kontraksi otot-otot usus besar.
Menariknya, efek ini tidak hanya terjadi pada kopi berkafein. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Gastroenterology and Hepatology menemukan bahwa kopi tanpa kafein pun memiliki efek serupa. Baik kopi biasa maupun tanpa kafein terbukti lebih efektif dalam memicu kontraksi usus besar dibandingkan air putih.
Selain itu, kopi juga diketahui merangsang produksi asam lambung. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Onyx Adegbola, MD, Ph.D., yang menyatakan bahwa kopi berperan sebagai pencahar alami. “Kopi bertindak sebagai pencahar alami karena merangsang produksi asam lambung di lambung dan usus kita,” jelasnya.
Peningkatan keasaman lambung tersebut mempercepat proses pencernaan dan memicu sensasi ingin buang air besar. Namun pada sebagian orang, ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti perut kembung atau kram ringan. Sensitivitas tubuh terhadap kafein menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi intensitas efek ini.
Meski begitu, para ahli menyarankan untuk tetap memperhatikan respons tubuh masing-masing. Jika kopi membuat perut mulas atau langsung ingin ke toilet, tidak perlu khawatir selama tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Efek kopi terhadap pencernaan bisa berbeda-beda tiap individu, tetapi memahami mekanismenya dapat membantu kita lebih bijak mengonsumsi minuman favorit ini.

