Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Selasa 24 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » UMKM Berpeluang Tembus Ekspor Minuman Nonalkohol
    Ekonomi

    UMKM Berpeluang Tembus Ekspor Minuman Nonalkohol

    By Richard16 Juni 2025Updated:16 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi ekspor minuman nonalkohol yang bantu umkm Indonesia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Dalam hiruk pikuk persaingan dagang global, air mineral dan minuman nonalkohol buatan Indonesia justru menemukan jalannya. Sepanjang 2024, ekspor sektor ini melesat tajam hingga membuka pintu lebar bagi pelaku UMKM untuk bersaing di kancah internasional.

    Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minuman tanpa alkohol (kategori HS 2201–2202) mencapai USD 164,21 juta, tumbuh 34,36 persen dibandingkan 2023. Secara volume, ekspor naik 27,95 persen menjadi 323,55 ribu ton. Negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Timor Leste menjadi pasar utama dengan total kontribusi lebih dari 60 persen.

    Tren positif ini berlanjut pada awal 2025. Periode Januari hingga April mencatat ekspor sebesar USD 77,47 juta, meningkat 73,45 persen secara tahunan. Volume pun meningkat lebih dari 71 persen.

    Senior Economist Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Donda Sarah, melihat momentum ini sebagai peluang emas. “Peluang untuk berinovasi dan memperluas pasar ekspor air dan minuman tanpa alkohol tetap terbuka lebar,” ujarnya pada Senin (16/6/2025).

    Ia menambahkan bahwa LPEI berkomitmen mendukung UMKM yang bergerak di sektor ini melalui pembiayaan ekspor dan pendampingan usaha. Hal ini juga telah dilakukan terhadap berbagai perusahaan FMCG dan industri makanan yang kini merambah pasar internasional.

    Namun, Donda mengingatkan bahwa tantangan tetap ada. Persaingan ketat dengan negara eksportir lain, perubahan preferensi konsumen global, serta keterbatasan teknologi di dalam negeri menjadi hambatan utama. Indonesia saat ini masih berada di posisi ke-31 sebagai eksportir air mineral dunia dan ke-45 untuk air berperisa.

    Padahal, menurutnya, pasar besar seperti Tiongkok dan Jepang masih belum tergarap secara maksimal.

    “Produk Indonesia dari sektor air, minuman nonalkohol, FMCG, dan makanan harus bisa menjadi ikon ekspor berkelas dunia,” tegas Donda.

    Dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga pembiayaan, UMKM nasional diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan menciptakan inovasi produk yang diminati pasar global.

    Ekspor Minuman LPEI Minuman Nonalkohol Pasar Asia Tenggara UMKM Ekspor
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.