Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat langkah konkret dalam menekan angka stunting melalui peluncuran program unggulan bertajuk “Cap Jempol Stop Stunting.” Program ini dijadwalkan diluncurkan pada Selasa (28/10/2025) di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sangatta, oleh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKBP) Kutim, Achmad Junaedi, SH., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dari berbagai lembaga, termasuk BKKBN Provinsi Kaltim, Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, serta Kantor Staf Presiden RI.
Menurut Junaedi, program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Kutim dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. “Program ini menjadi implementasi dari prioritas ke-22 Bupati Kutim yang menitikberatkan pada layanan jemput bola di bidang pendidikan nonformal, percepatan penurunan stunting, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Ia menegaskan, “Cap Jempol Stop Stunting” bukan sekadar seremoni peluncuran, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan yang memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan intervensi terpadu, edukasi gizi, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. “Ini kerja bersama untuk membangun generasi Kutai Timur yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Dengan semangat “Cap Jempol Stop Stunting”, Kutai Timur meneguhkan komitmennya untuk aktif mendukung percepatan nasional penurunan stunting, sejalan dengan upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

