Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Tarif Gesek Kartu Kredit Turun, QRIS Makin Unggul di Transaksi Ritel
    Ekonomi

    Tarif Gesek Kartu Kredit Turun, QRIS Makin Unggul di Transaksi Ritel

    Persaingan layanan pembayaran menghangat setelah pemangkasan biaya gesek Visa–Mastercard membuka ruang perbandingan langsung dengan efisiensi QRIS.
    By Ericka17 November 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kartu Kredit,Visa,Mastercard,QRIS,Transaksi Digital,
    Ilustrasi Visa, Mastercard, dan QRIS (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Seperti riak ombak yang saling berkejaran di perairan Nusantara, dinamika persaingan sistem pembayaran kembali memanas. Pemangkasan biaya gesek (merchant discount rate/MDR) oleh Visa dan Mastercard di Amerika Serikat kini menjadi sorotan pelaku industri dalam negeri, terutama ketika Indonesia sedang menyaksikan pertumbuhan pesat QRIS yang kian memadatkan jalur transaksi ritel dan UMKM.

    Langkah kedua raksasa itu dianggap sebagai respons global atas tekanan biaya, namun di Indonesia justru menonjolkan jurang perbedaan model bisnis antara kartu kredit internasional dan pembayaran berbasis kode QR.

    Kesepakatan pemangkasan tarif gesek tersebut diumumkan pada Senin (10/11/2025), menutup perselisihan hukum hampir 20 tahun antara para pedagang AS dan jaringan pembayaran internasional. Visa dan Mastercard setuju memangkas biaya transaksi rata-rata 0,1 poin persentase untuk lima tahun mendatang serta membatasi tarif maksimum pada 1,25 persen dalam delapan tahun ke depan. Di sisi lain, QRIS di Indonesia sejak awal menawarkan struktur biaya datar yang lebih rendah, terutama bagi UMKM, sehingga menjadi pembanding langsung yang menekan daya tarik kartu kredit asing di transaksi ritel domestik.

    “Kesepakatan ini memberikan ruang lebih luas bagi pedagang dari berbagai skala untuk mengatur struktur biaya mereka,” ujar perwakilan Visa dalam keterangan tertulis.

    Mastercard kemudian menegaskan bahwa penurunan tarif tersebut diharapkan meringankan biaya operasional pedagang kecil, sebuah pernyataan yang turut menghidupkan perbandingan dengan ekosistem QRIS, di mana transaksi tanpa switching internasional memungkinkan biaya jauh lebih efisien.

    Kesepakatan pemangkasan biaya lahir setelah proposal senilai 30 miliar dolar AS ditolak hakim pada Juni 2024 karena dianggap tidak cukup signifikan. Dua ekonom, Joseph Stiglitz dan Keith Leffler, bahkan memprediksi perubahan struktur biaya ini dapat menghemat hingga 38 miliar dolar AS pada 2031 serta mendorong efisiensi ratusan miliar dolar lainnya. Namun di Indonesia, pertumbuhan QRIS yang sudah menembus puluhan juta merchant menambah tekanan kompetitif bagi jaringan kartu kredit yang bergantung pada struktur biaya lebih tinggi.

    Electronic Payments Coalition menyambut positif keputusan Visa–Mastercard, namun kelompok ritel seperti National Retail Federation masih menilai beban biaya tetap menekan, khususnya untuk transaksi kartu hadiah. Di Indonesia sendiri, para analis memandang bahwa tren pemangkasan tarif global dapat mempercepat adopsi QRIS sebagai metode dominan, mengingat efisiensi biaya menjadi kunci keberlanjutan usaha kecil dan menengah.

    Pada akhirnya, dunia usaha kini berada di persimpangan pilihan: model pembayaran global yang mencoba menyesuaikan diri atau sistem nasional seperti QRIS yang menawarkan kesederhanaan, kecepatan, dan biaya rendah. Dalam lanskap yang terus bergerak, persaingan ini ibarat adu perahu di sungai Nusantara—siapa yang paling ringan bebannya, dialah yang melaju paling jauh.

    Kartu Kredit Mastercard QRIS Transaksi Digital Visa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.