Jakarta – Seperti bunyi gamelan yang berpacu cepat menjelang pentas besar, geliat dunia usaha di Indonesia terus meninggi. Data terbaru menunjukkan jumlah pelaku usaha di Tanah Air telah mencapai sekitar 14,4 juta per Selasa (18/11/2025), menandai lompatan signifikan dibandingkan Oktober 2024.
Pertumbuhan masif ini disampaikan Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi BKPM, Todotua Pasaribu, dalam Antara Business Forum yang digelar di Hotel The Westin, Rabu (19/11/2025). Ia menegaskan bahwa mayoritas pelaku usaha masih berasal dari sektor perorangan yang mencapai 91,43 persen, sebuah komposisi yang disebutnya menjadi fondasi kuat ekonomi Indonesia.
“Ini kekuatan kita. Ini merupakan fundamental kita kalau berbicara mengenai pelaku usaha,” ujar Todotua dalam forum tersebut.
Ia menjelaskan bahwa peta pelaku usaha saat ini didominasi oleh sektor mikro dengan 96,83 persen, disusul usaha kecil 2,28 persen, usaha besar 0,63 persen, dan usaha menengah 0,27 persen. Menurutnya, dalam satu tahun terakhir terdapat tambahan sekitar 3 juta pelaku usaha baru yang masuk ke ekosistem ekonomi nasional.
Todotua menilai kenaikan ini mencerminkan dinamika ekonomi yang bergerak aktif. Ia menekankan bahwa roda perekonomian tidak hanya bergantung pada permintaan, tetapi juga pada kekuatan para penggeraknya, mulai dari pemerintah hingga masyarakat umum yang berperan sebagai pelaku konsumsi dan produksi.
“Karena kita berbicara ekonomi, kan harus ada juga siapa yang menggerakkan. Ada konsolidasi sektor, ada government, pelaku usaha, masyarakat,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa investasi tetap menjadi pilar utama yang menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi investasi, menurutnya, menjadi salah satu tulang punggung penting yang memastikan pergerakan ekonomi tetap stabil dalam berbagai kondisi global.
“Karena memang realisasi investasi inilah yang akan salah satu tulang punggung yang akan mengendorse bagi pergerakan pertumbuhan ekonomi negara kita,” kata Todotua.
Pertumbuhan jumlah pelaku usaha ini dipandang sebagai angin segar, sekaligus tantangan untuk memastikan bahwa ekspansi tersebut mampu diimbangi dengan peningkatan kualitas usaha melalui dukungan kebijakan, pendampingan, dan akses permodalan.
Dalam napas optimisme yang mengalir di forum tersebut, Todotua menggarisbawahi bahwa pertambahan pelaku usaha adalah cerminan energi besar masyarakat Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi. Seperti filosofi “saiyo sakato” dalam adat Minangkabau, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

