Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Kristian Hasmadi Bawa Suara Budaya Wehea ke DPRD
    Daerah

    Kristian Hasmadi Bawa Suara Budaya Wehea ke DPRD

    Mantan kepala Desa Nehes Liah Bing ini mengusung agenda pelestarian budaya dan pembangunan kampung.
    By Ericka21 November 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kristian Hasmadi
    Kristian Hasmadi (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kutim – Di tengah riuh politik daerah, nama Kristian Hasmadi kembali mengemuka bak gong adat yang dipukul di balai kampung. Putra Dayak Wehea dari Desa Nehes Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, itu kini duduk sebagai anggota DPRD Kutai Timur dengan harapan baru bagi tanah kelahirannya.

    Kristian, mantan kepala desa yang juga dituakan dalam komunitas Suku Dayak Wehea, resmi mengemban mandat sebagai wakil rakyat Kutai Timur untuk periode 2024 sampai 2029. Berbekal pengalaman memimpin desa dan kedekatan dengan adat, ia datang ke gedung dewan dengan janji memperjuangkan pelestarian budaya sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah Muara Wahau, Kongbeng, dan Telen yang selama ini disebutnya masih tertinggal di sejumlah sektor.

    Ia dikenal luas memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah dan budaya Wehea, mulai dari silsilah marga hingga cerita lama tentang Gunung Kongbeng yang menjadi penanda penting bagi masyarakat adat. Modal sosial inilah yang ingin ia bawa ke meja kebijakan, agar regulasi yang lahir di tingkat kabupaten tidak melupakan akar tradisi dan hak-hak masyarakat adat di pedalaman Kutai Timur.

    “Saya ingin memajukan kampung kami yang masih butuh peningkatan di banyak sektor, seperti pendidikan, perkebunan, budaya, peternakan, dan olahraga tradisional,” ujar anggota DPRD Dapil dari PDI Perjuangan.

    Anggota dewan yang baru dilantik itu menambahkan, dorongan pembangunan yang ia maksud bukan hanya soal infrastruktur jalan atau jembatan. Ia menekankan pentingnya program pemberdayaan yang melibatkan warga lokal, mulai dari pelatihan bagi petani dan peternak, penguatan sekolah di desa, sampai dukungan anggaran rutin untuk kegiatan seni dan olahraga tradisional sebagai identitas masyarakat Wehea.

    Kristian juga menyinggung kondisi Desa Nehes Liah Bing, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Selabing. Desa ini pernah ditetapkan sebagai desa budaya oleh Bupati pertama Kutai Timur, H. Awang Faroek Ishak. Namun, menurutnya, status kebudayaan tersebut belum diikuti oleh dukungan program dan fasilitas yang memadai sehingga banyak potensi seni, adat, dan wisata yang masih tidur panjang.

    Melalui perannya di DPRD, ia bertekad memperjuangkan program khusus untuk menghidupkan kembali Desa Nehes Liah Bing sebagai pusat budaya Wehea. Ia menilai, jika pemerintah daerah serius menata kawasan adat dengan pendekatan partisipatif, maka kegiatan ekonomi kreatif, pariwisata berbasis komunitas, dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai kearifan lokal.

    Kristian berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan generasi muda dapat menjadi jembatan agar warisan budaya Wehea tidak sekadar jadi cerita di ruang tamu, tetapi hadir nyata dalam pembangunan yang menyejahterakan. Seperti filosofi banyak suku di Nusantara, ia ingin langkah politiknya menjadi “jalan tengah” yang menyatukan tradisi dan kemajuan bagi Kutai Timur.

    Budaya Wehea Dayak Wehea Desa Nehes Liah Bing DPRD Kutai Timur Politik Daerah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    Fadli Zon Tinjau Revitalisasi Museum Sulut di Manado

    26 November 2025

    Pansus Percepat Perda Olahraga Kutim Disahkan 2025

    18 November 2025

    Kirab Jumenengan PB XIV Tetap Digelar Tanpa Bedhaya Ketawang

    15 November 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.