Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Selasa 17 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » BMKG Waspadai Bibit Siklon di Selatan Indonesia Jelang Nataru
    Nasional

    BMKG Waspadai Bibit Siklon di Selatan Indonesia Jelang Nataru

    BMKG menyebut cuaca ekstrem di Sumatera mulai mereda, namun bibit siklon tropis kini mengintai perairan selatan Indonesia.
    By Ericka2 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    waspada bibit siklon tropis di selatan Indonesia
    Ilustrasi Siklon Tropis (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Seperti langit yang mulai cerah setelah hujan panjang, cuaca di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlahan kembali tenang. Namun, di balik beningnya awan, BMKG mengingatkan bahwa alam Nusantara bak memiliki “bahasa kedua” yang harus dipahami: ketika satu ancaman mereda, bisa jadi ancaman lain tengah tumbuh di cakrawala selatan.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa fase hujan ekstrem di tiga provinsi di Sumatera sudah berangsur menurun sejak Selasa (02/12/2025). Wilayah tersebut kini kembali memasuki pola hujan harian dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama dari tengah hari hingga malam.

    “Untuk cuaca di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sampai Desember, hujan sudah kembali pada pola normal, intensitasnya ringan hingga sedang,” ujar Faisal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

    Meski demikian, meredanya cuaca ekstrem tidak berarti ancaman sepenuhnya lenyap. BMKG kini memusatkan perhatian pada kemunculan bibit siklon tropis di perairan selatan Indonesia. Potensi itu terbentang dari selatan Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga wilayah selatan Papua. Sistem cuaca tersebut menjadi fokus utama pemantauan mengingat pergerakan libur Natal dan Tahun Baru tinggal hitungan hari.

    “Ada kemungkinan bibit siklon tropis terbentuk di perairan selatan Indonesia, dan ini yang kami hadapi mendekati Nataru nanti,” tambah Faisal.

    Ia juga sebelumnya memperingatkan potensi banjir rob menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Fenomena itu berkaitan dengan fase perigee dan bulan purnama pada [4 Desember 2025], diikuti bulan baru pada [20 Desember 2025]. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan muka air laut sehingga memperbesar risiko rob di wilayah pesisir.

    “Rob bisa terjadi di beberapa daerah pesisir, terutama Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat. Ini perlu menjadi perhatian,” jelasnya.

    Selain potensi rob, BMKG menyoroti kondisi gelombang laut. Meski gelombang lebih dari 4 meter tidak diprediksi muncul, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter masih mungkin terjadi di barat-selatan Sumatera, Selat Sunda, selatan Jawa, wilayah NTT, serta perairan Anambas dan Natuna. Gelombang tersebut dinilai cukup berpengaruh terhadap aktivitas pelayaran dan nelayan di wilayah terdampak.

    Dengan serangkaian potensi cuaca yang berlapis menjelang masa liburan, BMKG meminta masyarakat tetap waspada. Dalam kearifan nusantara, masyarakat diajarkan membaca tanda alam sebagai bagian dari kesiapsiagaan. Kini, imbauan itu kembali relevan untuk memastikan keselamatan di tengah dinamika cuaca yang cepat berubah.

    Banjir Rob Bibit Siklon BMKG Nataru 2025 Tata Cuaca
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Aceh

    7 Desember 2025

    Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan untuk SEA Games 2025

    5 Desember 2025

    MoU Kemensos–Diktisaintek Buka Jalan Kampus bagi Siswa Sekolah Rakyat

    2 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.