Jakarta – Antusiasme pemudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, terhadap program mudik gratis masih tinggi, namun tidak tanpa keluhan. Beberapa penumpang mengaku kecewa dengan sistem pendaftaran daring yang sempat bermasalah dan kurangnya informasi lokasi keberangkatan bus.
Pada Kamis (27/3/2025), ratusan warga memadati terminal tersebut untuk mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan. Sandy, salah satu pemudik tujuan Semarang, menyampaikan bahwa sistem website pendaftaran sempat mengalami gangguan saat proses input data.
“Saya sudah siap sejam sebelumnya, tapi saat isi biodata malah berhenti di tengah jalan, datanya hilang dan harus isi ulang,” ungkap Sandy dengan nada kecewa.
Meskipun begitu, Sandy tetap mengapresiasi program mudik gratis yang menurutnya sangat membantu masyarakat, terlebih harga tiket yang kini melonjak hingga dua kali lipat dari biasanya.
Tak hanya soal pendaftaran, kekurangan lain juga dikeluhkan oleh Wawan, pemudik asal Wonogiri, yang merasa kebingungan mencari bus lantaran tidak ada petunjuk arah yang memadai.
“Saya sempat bingung karena tidak ada tanda lokasi bus. Harusnya ada papan penunjuk atau petugas yang lebih sigap mengarahkan,” katanya.
Program mudik gratis tahun ini memang diselenggarakan secara masif. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 521 bus dengan total kapasitas lebih dari 22 ribu penumpang, termasuk truk pengangkut sepeda motor. Keberangkatan dilakukan serentak dari Monas dan Pulogebang.
Di tengah kritik, banyak warga tetap mendukung program ini dan berharap penyelenggara bisa memperbaiki kekurangan yang ada. Dengan begitu, mudik gratis akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi tingginya biaya perjalanan selama Lebaran.

