Jakarta – Di tengah geliat transaksi digital, muncul kekhawatiran baru: menyimpan uang terlalu banyak di dompet digital atau e-wallet. Sejumlah ahli keamanan siber mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan e-wallet sebagai tempat menabung utama.
Pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, menyebut bahwa menyimpan uang dalam jumlah besar di e-wallet memiliki risiko tersendiri. Ia menekankan bahwa platform dompet digital sebenarnya dirancang untuk kemudahan transaksi, bukan untuk menyimpan uang dalam jumlah besar.
“Kalau di bawah Rp5 juta masih aman, tapi kalau sampai ratusan juta, saya sangat tidak menyarankan,” ujar Alfons saat dihubungi pada Senin (12/5/2025).
Menurutnya, e-wallet tidak memiliki sistem pengawasan seketat perbankan konvensional. Ia menyebut risiko keamanan digital seperti peretasan, kebocoran data, hingga phishing lebih rentan terjadi pada aplikasi dompet digital, apalagi bila pengguna ceroboh dan sistem tidak diperbarui secara rutin.
Hal senada disampaikan Direktur Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persada. Ia menjelaskan bahwa batas nominal yang aman dalam menyimpan uang di e-wallet tergantung pada jenis dan status registrasi akun. Untuk akun terverifikasi, batas saldo maksimal mencapai Rp20 juta dengan batas transaksi bulanan hingga Rp40 juta. Namun untuk akun biasa, batas saldo bisa jauh lebih rendah, hanya sekitar Rp2 juta.
“Kalau mau aman, ikuti batas yang sudah ditentukan penyedia e-wallet masing-masing,” kata Pratama.
Pratama juga menggarisbawahi bahwa keamanannya sangat bergantung pada perilaku pengguna. Ia menyarankan penggunaan password kuat, aktivasi autentikasi dua faktor, serta pemantauan aktivitas akun secara berkala sebagai langkah pencegahan.
Meskipun beberapa penyedia e-wallet telah menerapkan sistem keamanan seperti enkripsi dan otentikasi berlapis, tetap saja ada potensi serangan siber. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran pengguna menjadi faktor kunci dalam menjaga keamanan finansial digital.
“Jika ingin menabung dan mendapat bunga, lebih baik gunakan bank digital yang menawarkan keamanan dan layanan keuangan yang jelas,” tambah Pratama.
Masyarakat kini diimbau lebih cermat dalam membedakan fungsi e-wallet sebagai alat pembayaran, bukan tempat menyimpan kekayaan. Praktis memang penting, tapi aman tetap prioritas.

