Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » AS Akhiri Larangan Ekspor Software Chip ke China
    Global

    AS Akhiri Larangan Ekspor Software Chip ke China

    By Richard3 Juli 2025Updated:3 Juli 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi AS yang hetikan larangan ekspor software chip ke China (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Washington DC – Keputusan Amerika Serikat untuk mencabut pembatasan ekspor perangkat lunak desain chip ke China menjadi titik balik signifikan dalam hubungan dagang teknologi kedua negara. Kebijakan ini diumumkan pada Kamis (3/7/2025) secara terpisah oleh tiga raksasa semikonduktor: Siemens AG, Synopsys, dan Cadence.

    Langkah ini menandai pelonggaran kontrol ekspor yang sebelumnya diberlakukan pada teknologi canggih, terutama prosesor kecerdasan buatan (AI). Dalam pernyataan resmi, ketiga perusahaan menyebut bahwa mereka telah menerima pemberitahuan langsung dari Departemen Perdagangan AS mengenai pencabutan larangan tersebut.

    Perusahaan Siemens AG menyampaikan bahwa unit bisnis desain chip-nya, Siemens EDA yang berbasis di Oregon, kini telah memulihkan akses penuh terhadap teknologi yang sebelumnya dibatasi. Mereka juga melanjutkan penjualan serta dukungan teknis ke pelanggan di China. Synopsys dan Cadence mengambil langkah serupa, berupaya mengaktifkan kembali seluruh operasional mereka di pasar Tiongkok.

    Sebelumnya, pada 23 Mei 2025, pemerintah AS mewajibkan lisensi ekspor bagi semua perusahaan software desain chip yang hendak menjual produk ke China. Kebijakan tersebut bagian dari kontrol ekspor yang lebih luas, termasuk larangan ekspor chip AI dari Nvidia dan AMD.

    Namun, hubungan bilateral yang mulai mencair mendorong perubahan ini. China sendiri telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pertukaran teknologi dan bahan langka (rare earth) secara terbatas, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dagang.

    Keputusan AS disambut positif oleh pasar. Harga saham Synopsys dan Cadence tercatat naik masing-masing lebih dari 6 persen dan 7 persen dalam perdagangan semalam di platform Robinhood. Ketiga perusahaan ini mendominasi industri electronic design automation (EDA), sektor vital dalam perancangan chip dan komponen semikonduktor global.

    CEO Synopsys, Sassine Ghazi, sebelumnya mengungkapkan adanya perlambatan di pasar China akibat pembatasan ini. Padahal, China menyumbang sekitar 10 persen dari pendapatan kuartalan perusahaan sebesar USD 1,6 miliar pada kuartal kedua fiskal yang berakhir 30 April 2025.

    Meski demikian, pengamat memperkirakan ketegangan teknologi AS-China belum sepenuhnya berakhir. Arah kebijakan ke depan dinilai masih sangat dipengaruhi oleh faktor politik dan keamanan kedua negara.

    EDA Semikonduktor Ekspor Chip AS-China Pasar Teknologi Global Pembatasan Teknologi AS Siemens Synopsys Cadence
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Thailand Gempur Kamboja Saat SEA Games Masih Berlangsung

    8 Desember 2025

    Menbud Sambut Delegasi ASEAN-COCI ke-60 di Jakarta

    26 November 2025

    Indonesia–Fiji Perkuat Jembatan Diplomasi Budaya

    13 November 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.