Penulis: Ericka

Tasikmalaya – “Tidak harus ahli segalanya, tapi minimal tahu tools yang mendukung kerja kreatif.” Kalimat itu menjadi inti semangat yang ditegaskan oleh Dr. Lina Marlina , saat menjadi pemateri utama dalam Seminar Ekonomi bertajuk “Peran Generasi Z Dalam Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital” di Politeknik Triguna Tasikmalaya, Sabtu (3/5/2025). Di hadapan mahasiswa yang memadati ruang FG, ia menekankan bahwa Gen Z tidak harus ahli dalam semua bidang, tapi minimal menguasai alat bantu digital seperti Canva, CapCut, Notion, hingga ChatGPT. Menurutnya, kreator sukses bukan karena fasilitas, melainkan karena konsistensi dan kemauan untuk belajar secara mandiri. “Belajar dari YouTube, ikuti tutorial gratis,…

Read More

Gerakan kreatif mulai mewarnai jagat digital, membawa angin segar bagi budaya lokal yang sempat terpinggirkan. Di era TikTok, Instagram, dan YouTube, tradisi lama justru menemukan ruang baru. Anak-anak muda kini menjadi agen perubahan, menjadikan budaya lokal tampil keren dan relevan di mata generasi mereka. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana teknologi bukan lagi ancaman bagi budaya, melainkan jembatan untuk memperkenalkannya ke dunia. Kreator olah tari tradisional, baju adat, musik etnik, dan bahasa daerah jadi konten singkat yang menarik, menghibur, dan gampang bagikan. Anak muda kini bangga pakai pakaian adat dan menari dengan lagu tradisional. Bahkan, mereka menjadikannya sebagai konten yang unik dan…

Read More

Nada-nada lama mengalun, meski irama modern banjir dunia. Di tengah dominasi lagu pop global dan serbuan K-Pop yang mendunia, musik tradisional Indonesia seperti gamelan, angklung, dan kolintang terus mencari tempat di hati generasi muda. Meski jarang muncul di tangga lagu atau trending media sosial, musik tradisional bukanlah sesuatu yang mati. Ia hidup dalam diam, menyelinap lewat festival budaya, upacara adat, dan panggung seni sekolah. Gamelan dari Jawa, angklung dari Sunda, hingga sasando dari Nusa Tenggara adalah bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan musikal yang tak ternilai. Perubahan zaman memang menantang eksistensi musik tradisional. Kini, orang menikmati musik lewat satu sentuhan di…

Read More

Ekonomi digital tengah melesat cepat di Indonesia. Dari e-commerce, fintech, hingga startup berbasis teknologi, semuanya mengalami pertumbuhan signifikan dan membuka peluang baru bagi banyak kalangan. Namun di balik ledakan kemajuan itu, terselip tantangan besar yang tak bisa diabaikan: kesenjangan digital yang masih mengakar, terutama antara kota dan desa. Fenomena ini memperlihatkan dua sisi koin yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, generasi muda perkotaan menikmati kemudahan transaksi digital, layanan keuangan berbasis aplikasi, dan kesempatan kerja di sektor startup yang terus tumbuh. Di sisi lain, masyarakat di wilayah pelosok masih kesulitan mengakses internet stabil, apalagi memanfaatkan layanan digital secara penuh. Mendekatkan…

Read More

Banyak generasi muda masa kini hadapi kenyataan pahit berupa beban ganda.Mereka tak hanya berjuang untuk hidup mandiri, tetapi juga menanggung kebutuhan orang tua yang menua serta anak-anak yang sedang tumbuh. Inilah yang orang sebut generasi sandwich terjepit antara dua tanggung jawab besar yang datang bersamaan. Dalam kehidupan urban yang serba cepat dan mahal, tantangan ini terasa semakin berat. Harga kebutuhan dasar, pendidikan anak, dan layanan kesehatan terus meningkat, sementara waktu dan energi terbatas. Tidak sedikit dari generasi ini yang harus mengatur ulang impian pribadi demi memenuhi tanggung jawab keluarga. Perjuangan Diam: Generasi Sandwich yang Terus Bertahan Mereka hidup dalam rutinitas…

Read More

Desa wisata kini bukan hanya alternatif liburan, tetapi pilihan utama bagi mereka yang mendambakan pengalaman autentik. Di tengah kejenuhan akan hiruk pikuk kota dan destinasi komersial, desa-desa seperti Nglanggeran di Yogyakarta dan Penglipuran di Bali justru menawarkan sesuatu yang lebih berharga: kedekatan dengan alam, budaya, dan kearifan lokal. Menyusuri Desa-Desa Autentik dari Yogyakarta hingga Lombok Desa Wisata Nglanggeran, yang berada di kawasan Gunung Api Purba Yogyakarta, menyuguhkan lanskap memukau dan pengalaman edukatif. Wisatawan bisa belajar membatik, bertani kakao, hingga menikmati suasana desa malam hari yang menenangkan. Di Bali, Desa Penglipuran menjadi ikon pariwisata berbasis tradisi. Desa ini tampilkan kehidupan Bali…

Read More

Tren wisata di kalangan milenial dan Gen Z kini tak lagi seragam. Di satu sisi, staycation di hotel atau resort mewah menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mencari ketenangan. Di sisi lain, ada kelompok yang justru mengejar adrenalin lewat petualangan alam seperti hiking, diving, atau jelajah desa. Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan berlibur anak muda tak hanya soal destinasi, tapi juga cara mereka mengisi waktu libur. Staycation menawarkan kenyamanan tanpa harus bepergian jauh, dengan fasilitas lengkap mulai dari kolam renang hingga spa. Aktivitas ini cocok bagi pekerja urban yang lelah dengan rutinitas dan ingin recharge energi. Eksplorasi Alam atau Kenyamanan…

Read More

Kuliner tradisional bukan sekadar makanan ia adalah warisan, jejak sejarah, dan simbol identitas. Di balik setiap racikan rempah dan cara penyajian, tersimpan kisah panjang yang mencerminkan perjalanan suatu daerah, kearifan nenek moyang, dan filosofi hidup masyarakatnya. Ambil contoh rendang, makanan Minangkabau yang mendunia. Lebih dari sekadar daging berbumbu, rendang adalah cerminan falsafah hidup: sabar, kuat, dan tahan uji. Proses memasaknya yang lama mencerminkan nilai ketekunan dan kesabaran. Orang juga sering hidang rendang dalam acara adat sebagai simbol hormat dan kebersamaan. Lain halnya dengan papeda, bubur sagu khas Papua dan Maluku. Meski sederhana, papeda menyimpan nilai ekologis dan solidaritas sosial. Orang…

Read More

Identitas budaya adalah warisan tak ternilai yang membentuk jati diri suatu bangsa. Di tengah gelombang globalisasi dan arus modernisasi, generasi muda Indonesia justru menunjukkan gelagat menggembirakan: mereka tidak hanya bangga akan budaya lokal, tapi juga aktif melestarikannya melalui berbagai inisiatif kreatif. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya komunitas pemuda yang menggelar pelatihan tari tradisional, kelas bahasa daerah, hingga festival kuliner khas. Gerakan ini lahir karena sadar budaya cermin diri, yang kita jaga supaya tidak lenyap oleh zaman. Di berbagai kota, muncul ruang-ruang kreatif yang menyatukan tradisi dan teknologi. Anak muda memanfaatkan media sosial untuk menghidupkan kembali bahasa ibu yang mulai…

Read More

Tasikmalaya – Usai mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Cisayong, Ati Kusmayati, menyampaikan harapannya agar peringatan ini menjadi momentum penting dalam arah pembangunan pendidikan di wilayahnya. Menurut Ati, amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dibacakan dalam upacara tadi dapat dijadikan pedoman sekaligus cerminan bagi seluruh pelaku pendidikan. Untuk mengembangkan kegiatan dan kebijakan di masa mendatang. “Mudah-mudahan upacara Hardiknas ini bisa menjadi tolak ukur kegiatan-kegiatan pendidikan di masa yang akan datang,” ucap Ati kepada wartawan pada Jumat (2/5/2025). Ia menyebut, isi amanat yang disampaikan memiliki…

Read More