Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Bangun Dini Hari Tanpa Sebab? Cek Tiroid Anda
    Kesehatan

    Bangun Dini Hari Tanpa Sebab? Cek Tiroid Anda

    By Richard25 Mei 2025Updated:25 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi cek tiroid jika sering bangun dini hari (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sering terbangun di dini hari tanpa alasan jelas bisa jadi lebih dari sekadar gangguan tidur biasa. Kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi gejala awal dari masalah kesehatan yang lebih serius, khususnya terkait gangguan pada kelenjar tiroid.

    Fenomena ini terjadi pada sekitar 32 persen orang dewasa di Inggris, dengan kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi yang paling sering mengalaminya. Menurut Lisa Artis, Wakil CEO dari The Sleep Charity, kebiasaan bangun dini hari bisa dipicu oleh kondisi hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif.

    “Kortisol berperan dalam membangunkan Anda di pagi hari, tetapi jika tiroid Anda terlalu aktif, respons stres dapat menjadi tidak seimbang, menyebabkan Anda bangun terlalu pagi dan merasa gelisah,” kata Lisa Artis, dikutip dari The Sun.

    Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher dan memproduksi hormon T4 dan T3. Hormon ini mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme, suhu tubuh, dan detak jantung. Ketika hormon tiroid diproduksi berlebihan, sistem saraf menjadi terlalu aktif, yang memicu kecemasan, gelisah, dan peningkatan kadar hormon stres kortisol.

    Ahli endokrinologi dari Rumah Sakit Nuffield Health Tunbridge Wells, dr Gaurav Agarwal, juga menyatakan bahwa sering terbangun di pagi buta adalah salah satu gejala umum dari hipertiroidisme.

    “Hipertiroidisme relatif umum di Inggris. Penyebab paling umum adalah penyakit Graves, suatu kondisi autoimun, dengan merokok sebagai salah satu faktor risiko terbesar,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kondisi ini lebih sering menyerang wanita, khususnya yang berusia antara 20 hingga 40 tahun. Selain gangguan tidur, gejala lainnya meliputi rasa gelisah, mudah lelah, berkeringat berlebihan, peningkatan rasa haus, otot melemah, kulit gatal, dan gangguan menstruasi.

    Jika tidak ditangani, hipertiroidisme dapat menimbulkan komplikasi serius seperti detak jantung tidak teratur (fibrilasi atrium), osteoporosis, bahkan gagal jantung dan risiko komplikasi kehamilan.

    Dengan gejala yang kerap kali tidak disadari, penting bagi siapa pun yang mengalami gangguan tidur terus-menerus untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini gangguan tiroid dapat mencegah dampak jangka panjang yang membahayakan.

    Gangguan Tidur Hipertiroidisme Kelenjar Tiroid Kortisol Tanda Tiroid Aktif
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru Berstandar RSKEI

    19 November 2025

    Kenali 4 Jenis Kanker Kulit, Salah Satunya Paling Mematikan

    4 Juli 2025

    Picu Mimpi Buruk, Psikologi Ungkap Hubungan Makanan dan Tidur

    3 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.