Tasikmalaya – Kemajuan teknologi digital ibarat sebilah pedang bermata dua bagi generasi muda. Di satu sisi menyimpan potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain masih banyak yang kebingungan memanfaatkannya secara produktif.
Fenomena inilah yang diangkat dalam Seminar Ekonomi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Triguna Tasikmalaya, Sabtu (3/5/2025), di ruang FG kampus tersebut.
Seminar bertajuk “Peran Generasi Z Dalam Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital” ini menghadirkan moderator Reni Nuraeni, MC Reva Amelia dan Dr. Lina Marlina sebagai pemateri utamaa. Antusiasme peserta tampak tinggi sejak pagi.
Pembantu Direktur (Pudir) III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Triguna, Dr. Hasan Fahmi K., membuka acara dengan penuh semangat.
“Saya harap semua rekan mahasiswa bisa mengikuti seminar ini dengan baik. Semoga seminar ini bisa memberikan inspirasi dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian,” ujarnya.
Ketua pelaksana seminar, Muhammad Ihsan Fikri, juga menyampaikan pentingnya Gen Z memahami potensi teknologi digital dalam kehidupan ekonomi saat ini.

“Peran generasi Z dalam menumbuhkan perekonomian berbasis digital sangat besar. Kita tumbuh bersama teknologi yang jika dimanfaatkan secara tepat, bisa membantu pertumbuhan ekonomi. Namun masih banyak di antara kita yang belum tahu bagaimana memulainya. Seminar ini hadir untuk menjawab kegelisahan itu,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa teknologi yang ada di sekitar sebenarnya telah membuka banyak peluang untuk menciptakan usaha dan lapangan kerja baru. Karena itu, ia berharap seminar ini menjadi momen penting bagi peserta untuk mulai bertindak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda BEM Politeknik Triguna yang rutin mengadakan forum edukatif untuk memperluas wawasan mahasiswa di luar kelas.
Fokus pada ekonomi digital dipilih karena dianggap relevan dengan tantangan zaman serta kebutuhan mahasiswa yang sebagian besar merupakan bagian dari generasi Z.
Dengan berlangsungnya seminar ini, panitia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga kepercayaan diri untuk mulai memanfaatkan teknologi sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi.

