Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Minggu 22 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Beton Romawi, Tahan 2.000 Tahun dan Bisa Sembuh Sendiri
    Saintek

    Beton Romawi, Tahan 2.000 Tahun dan Bisa Sembuh Sendiri

    By Richard23 Mei 2025Updated:23 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi beton bangunan romawi kuno yang memiliki kemampuan self healing (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Keajaiban teknik kuno Romawi kembali menarik perhatian dunia modern. Bangunan monumental seperti Pantheon dan Colosseum yang masih berdiri megah hingga kini, ternyata menyimpan rahasia teknologi konstruksi yang mengagumkan: beton yang mampu “menyembuhkan” dirinya sendiri. Beton Romawi ini memungkinkan bangunan bertahan selama lebih dari dua milenium, suatu prestasi yang belum tertandingi oleh beton modern.

    Menurut studi terbaru yang dirilis oleh tim peneliti dari MIT dan dilansir oleh Live Science, kunci dari daya tahan beton Romawi terletak pada penggunaan bahan alami seperti pozzolan—sejenis abu vulkanik—dan teknik pencampuran panas yang cermat. Kombinasi ini menciptakan struktur beton yang mampu mengisi retakan secara otomatis seiring waktu, suatu fenomena yang dikenal sebagai “self healing”.

    “Beton membangun kekaisaran,” ujar Dicus, profesor madya di Universitas Oregon, seraya menjelaskan bahwa beton telah digunakan sejak abad ketiga sebelum masehi. Salah satu komponen vital dalam resep ini adalah gumpalan kapur tohor yang tidak hancur saat pencampuran, melainkan tetap sebagai inklusi kecil yang berperan besar dalam proses pemulihan struktur beton.

    Penemuan ini diperkuat oleh studi pada beton dari Makam Caecilia Metella, yang menunjukkan adanya kalsit—hasil reaksi air dengan gumpalan kapur—di celah retakan bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa beton tersebut mengalami proses penyembuhan alami, mempertahankan kekuatannya selama berabad-abad.

    Peneliti dari University of California, Somayeh Nassiri, menambahkan bahwa beton modern berbasis semen portland tidak memungkinkan pembentukan gumpalan seperti itu karena proses produksi yang terlalu halus. Beton modern umumnya memiliki usia pakai hanya sekitar 75 hingga 100 tahun.

    Sementara teknologi masa kini masih mengejar ketahanan beton Romawi, studi ini membuka peluang untuk mereplikasi kekuatan beton kuno. Penerapan teknologi beton self healing bisa menjadi solusi konstruksi masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Kemegahan arsitektur Romawi kini bukan sekadar kisah kejayaan masa lalu, tetapi juga inspirasi teknis untuk dunia modern dalam membangun infrastruktur tahan waktu.

    Arsitektur Kuno Bangunan Tahan Lama Beton Romawi Ilmu Material Self Healing
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    1 November 2025

    Komet 3I/ATLAS Viral, BRIN Pastikan Aman bagi Bumi

    30 Oktober 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.