Jakarta – Penggunaan botol minum pribadi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang ramah lingkungan dan praktis. Namun, di balik manfaatnya, timbul pertanyaan penting: haruskah botol minum dicuci setiap hari? Para ahli sepakat, jawabannya adalah ya.
Menurut laporan dari The Spruce, botol minum harus diperlakukan sebagaimana peralatan makan lainnya. Artinya, pencucian harus dilakukan setiap kali selesai digunakan. Terlebih jika botol digunakan untuk menyimpan minuman selain air putih, seperti teh, jus, atau minuman berprotein.
“Bakteri dan jamur mudah tumbuh dalam lingkungan lembap dan tertutup seperti botol, apalagi jika tidak langsung dicuci,” kata Lulu Lukyani, penulis kesehatan dari Kompas.com.
Cukup banyak orang yang hanya mencuci botol minum seminggu sekali jika hanya digunakan untuk air putih. Padahal, sisa air, keringat, dan bakteri dari mulut bisa menumpuk di dalam botol dan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang membahayakan kesehatan.
Proses pencucian harian sebaiknya menggunakan air hangat dan sabun. Seluruh bagian botol termasuk mulut botol, tutup, dan celah tersembunyi harus digosok. Jika menggunakan botol bersedotan, sikat khusus juga diperlukan. Botol berbahan stainless steel atau kaca bisa dicuci di mesin pencuci piring, sedangkan botol plastik sebaiknya dicuci manual.
Untuk menjaga kebersihan maksimal, para ahli juga menyarankan melakukan pembersihan mendalam (deep cleaning) seminggu sekali. Caranya dengan merendam semua bagian botol dalam larutan cuka dan air (perbandingan 1:1) selama beberapa jam, menggosoknya dengan sikat, dan membilas hingga bersih. Setelah itu, botol sebaiknya dikeringkan dengan cara ditaruh terbalik agar tidak ada sisa air yang menggenang.
Kebiasaan sederhana mencuci botol minum setiap hari tidak hanya menjaga rasa minuman tetap segar, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh dari risiko kontaminasi mikroba yang bisa menyebabkan infeksi.

