Jakarta – Setiap kali musim mudik tiba, kemacetan panjang di berbagai ruas jalan menjadi langganan yang sulit dihindari. Namun, tahun ini para pemudik memiliki senjata baru untuk menaklukkan arus lalu lintas: pemantauan real-time melalui CCTV.
Sejumlah lembaga pemerintah seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga pemerintah daerah membuka akses live streaming CCTV untuk memudahkan masyarakat memilih jalur yang lebih lengang dan aman.
Laman resmi Kemenhub di https://mudik.kemenhub.go.id/cctv menjadi salah satu sumber utama. Pemudik dapat mengetahui kondisi lalu lintas di jalur-jalur krusial, termasuk jalan tol dan jalan nasional.
“Dengan akses CCTV ini, masyarakat bisa mengambil keputusan lebih tepat. Mereka bisa menghindari titik macet dan merencanakan perjalanan lebih efisien,” kata Allisa Luthfia, jurnalis yang meliput langsung dari Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Tak hanya dari pusat, sejumlah daerah juga membuka layanan serupa. Kota Bandung memiliki platform pelindung.bandung.go.id, Yogyakarta dengan cctv.jogjakota.go.id, serta Surakarta yang menyajikan update melalui ccroom-dishub.surakarta.go.id. Ketiga kota ini merupakan titik lalu lintas padat selama musim mudik.
Selain itu, aplikasi “Tol Kita” milik BPJT juga menyediakan fitur CCTV jalan tol secara interaktif. Cukup dengan membuka aplikasi, pengguna dapat melihat peta dan memilih titik kamera untuk mengetahui kondisi lalu lintas terkini.
Layanan ini bukan hanya bermanfaat bagi pemudik mobil pribadi, tetapi juga untuk pengemudi bus, taksi, hingga petugas logistik yang melintasi jalur strategis selama mudik.
Dengan kesiapan teknologi yang semakin canggih, pemerintah berharap arus mudik tahun ini bisa berjalan lebih tertib dan minim hambatan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa digitalisasi mampu menjadi solusi nyata untuk masalah klasik setiap lebaran yaitu kemacetan.

