Jakarta – Di tengah derasnya arus inovasi teknologi, kabar terbaru dari dunia kecerdasan buatan kembali mencuri perhatian publik. Seperti riak ombak yang membawa pesan jauh dari samudra, tanda-tanda kemunculan iklan di platform ChatGPT mulai terungkap dan membuat banyak mata tertuju pada langkah baru OpenAI.
Informasi ini bermula dari temuan teknisi Tibor Blaho yang menemukan sejumlah referensi terkait fitur iklan dalam kode aplikasi ChatGPT versi Android pada Selasa (02/12/2025). Di antara potongan kode tersebut terdapat istilah seperti search ads, search ad carousel, dan ad API, yang mengisyaratkan bahwa chatbot AI populer itu akan segera menampilkan iklan, khususnya bagi pengguna yang mengakses layanan secara gratis. Meski ditemukan pada aplikasi Android, fitur serupa diperkirakan akan diterapkan pula di platform lain seperti iOS, Mac, hingga versi desktop.
“Penemuan istilah ‘search’ ini mengarah pada dugaan bahwa iklan nantinya hanya akan muncul pada permintaan pencarian atau rekomendasi belanja yang relevan,” ujar Blaho dalam keterangannya.
Temuan ini muncul ketika OpenAI terus memperluas skema langganan berbayarnya, mulai dari paket Plus seharga 20 dolar AS per bulan hingga paket Pro yang mencapai 200 dolar AS. Selain itu, tersedia pula paket bisnis, pendidikan, dan paket Go yang lebih terjangkau di sejumlah negara. Rencana penyajian iklan dianggap berpotensi membuka jalur baru untuk menyeimbangkan biaya operasional dan menyesuaikan harga langganan di masa depan.
Laporan Search Engine Land juga mencatat adanya perubahan pandangan pimpinan OpenAI terkait iklan dalam setahun terakhir. Pada 2024, CEO Sam Altman masih menyebut iklan sebagai “jalan terakhir,” namun dokumen internal yang bocor awal 2025 justru menunjukkan target pendapatan sebesar 1 miliar dolar AS pada 2026 dari monetisasi pengguna gratis.
“Saya pribadi menyukai iklan Instagram dan percaya bahwa iklan dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jika dirancang dengan tepat,” kata Altman dalam salah satu wawancara sebelumnya.
Seiring berkembangnya teknologi AI generatif, langkah menghadirkan iklan dinilai sebagai strategi yang tak terhindarkan untuk memperluas ekosistem pendapatan sekaligus menjaga keberlanjutan layanan. Namun, publik kini menantikan bagaimana OpenAI menyeimbangkan pengalaman pengguna dengan kebutuhan bisnis—ibarat meniti jembatan bambu yang harus kuat namun tetap luwes mengikuti angin.

