Makhachkala – Gamsutl, sebuah desa tua yang telah lama ditinggalkan di pegunungan Kaukasus Utara, Dagestan, Rusia, kini mencuri perhatian para pelancong dunia. Dijuluki “Machu Picchu-nya Dagestan”, Gamsutl menjadi destinasi populer bagi pencinta wisata kelam atau dark tourism, berkat sejarahnya yang misterius dan atmosfernya yang sunyi.
Desa ini berada di ketinggian 1.418 meter di atas permukaan laut dan diduga telah berdiri lebih dari dua milenium. Dahulu menjadi tempat tinggal suku Avar, kini Gamsutl hanya menyisakan reruntuhan rumah batu yang terikat erat di lereng gunung. Sejak penghuni terakhirnya wafat pada tahun 2015, desa ini resmi menjadi “kota mati” yang memikat para penjelajah dan pecinta sejarah.
“Nama Gamsutl dipercaya berarti ‘di kaki benteng khan’. Banyak teori berkembang mengenai asal usul desa ini,” ujar seorang pemandu lokal kepada media setempat. Ia menambahkan bahwa sebagian percaya desa ini dahulu merupakan kediaman seorang khan suku Avar, sementara versi lain menyebutnya sebagai tempat pengasingan.
Kisah tentang penghuni terakhir desa ini pun menambah nuansa dramatis. Abdulzhalil Abdulzhalilov hidup sendirian sejak awal 2000-an, hingga meninggal satu dekade kemudian. Selama masa tinggalnya, ia menulis buku tentang agama, memelihara lebah, dan menjadi tuan rumah bagi wisatawan yang nekat mendaki hingga ke puncak Gamsutl.
Struktur bangunan yang tersisa sebagian besar berasal dari abad ke-19, namun para arkeolog juga menemukan batu nisan berukir tulisan Persia yang diperkirakan berusia lebih dari 2.000 tahun. Temuan ini semakin menegaskan nilai sejarah tinggi dari lokasi yang kini disebut sebagai salah satu situs terbengkalai paling menawan di Rusia.
Kendati cuaca ekstrem dan erosi perlahan menggerogoti desa, daya tarik Gamsutl justru meningkat, terutama saat musim panas. Penduduk setempat kini menawarkan jasa tur berpemandu serta tumpangan kuda menuju puncak, membuka peluang ekonomi dari warisan masa lampau.
Bagi banyak pelancong, Gamsutl adalah lebih dari sekadar reruntuhan – ia adalah perjalanan ke masa lalu yang penuh keheningan dan refleksi. Wisata ke Gamsutl tak hanya menawarkan pemandangan dramatis, tapi juga menyuguhkan narasi hidup yang telah hilang ditelan waktu.

