Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Selasa 24 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Harga Emas Meroket di Tengah Konflik Israel-Iran
    Ekonomi

    Harga Emas Meroket di Tengah Konflik Israel-Iran

    By Richard16 Juni 2025Updated:16 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi harga emas naik akibat konflik Israel dan Iran (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Ketika peluru kendali beterbangan di Timur Tengah, harga emas dunia justru melonjak ke langit. Serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6/2025) memicu gejolak pasar global dan mendorong harga emas mendekati rekor tertingginya. Di tengah ketidakpastian geopolitik, emas kembali menegaskan posisinya sebagai pelabuhan aman bagi para investor.

    Harga emas spot pada hari serangan tercatat naik 1,3% menjadi USD 3.428,10 per ons atau sekitar Rp 55,79 juta. Angka ini nyaris menyentuh rekor tertinggi USD 3.500,05 yang pernah tercapai pada April lalu. Sepanjang pekan itu, kenaikan harganya mencapai 4 persen. Meski sempat turun tipis menjadi USD 3.414,32 pada Senin (16/6/2025), tren kenaikan masih terasa kuat, terutama karena konflik yang berlanjut hingga menimbulkan korban sipil.

    Menurut analis pasar Asia Pasifik dari Oanda, Kelvin Wong, lonjakan ini tak lepas dari sifatnya sebagai aset “safe haven”. Ia menjelaskan bahwa dalam situasi krisis, emas menjadi instrumen yang dicari karena likuid, langka, dan bernilai stabil.

    “Saat ini, kenaikan premi risiko politik gabungan akibat konflik Iran-Israel yang mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven,” ujar Wong, dikutip dari Reuters.

    Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh permintaan yang tiba-tiba melonjak sementara pasokannya tetap. Lonjakan permintaan ini dikenal sebagai premi risiko politik. Investor di seluruh dunia mulai melepas aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman seperti logam mulia, properti, dan mata uang kuat seperti dolar AS.

    Menariknya, tren ini bukan hanya terjadi pada emas. Harga minyak pun ikut stabil, mengonfirmasi statusnya sebagai safe haven sebagaimana dicatat oleh peneliti Muhammad Abubakr Naeem dalam jurnal Energy Economics tahun 2022.

    Wong memperkirakan harganya masih berpotensi menembus USD 3.500 per ons jika ketegangan Israel-Iran terus meningkat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa di titik tersebut banyak investor akan mengambil keuntungan, sehingga pergerakan harga mungkin tertahan.

    “Tren naik jangka pendek masih bertahan. Kami melihat level resistensi di USD 3.500, dengan kemungkinan menembus ke rekor baru jika konflik berlanjut,” tambah Wong.

    Dengan eskalasi konflik dan ketidakpastian global, emas tampaknya akan terus menjadi buruan para investor yang menghindari gejolak pasar.

    Aset Safe Haven Harga Emas Investasi Aman Konflik Israel Iran Pasar Global
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.