Jakarta – Ramainya unggahan warganet di media sosial tentang keinginan menjual ginjal memicu diskusi soal bagaimana hidup dengan satu ginjal. Seorang pengguna X menyebut menjual ginjal sebagai satu-satunya solusi keuangannya, sembari mempertanyakan apakah hidup dengan satu ginjal benar-benar memungkinkan.
Menanggapi hal ini, dokter spesialis penyakit dalam Eka Ginanjar menegaskan bahwa seseorang tetap bisa hidup normal meski hanya dengan satu ginjal. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan ginjal yang tersisa agar tidak menimbulkan komplikasi.
“Kalau hanya punya satu ginjal, kita harus sangat menjaga. Karena kalau ginjal satu-satunya bermasalah, tidak ada cadangan lagi seperti orang dengan dua ginjal,” ujar Eka saat dihubungi Kamis (15/5/2025).
Hal serupa diungkapkan oleh Syifa Mustika, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ia menyebut bahwa ginjal merupakan organ yang rentan terhadap trauma, terutama dalam aktivitas fisik tinggi seperti olahraga kontak. Oleh karena itu, pelindung ginjal disarankan bagi orang yang aktif secara fisik.
Lebih lanjut, Syifa menjelaskan bahwa orang dengan satu ginjal perlu memantau tekanan darah dan kadar gula secara berkala. Hipertensi dan diabetes adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis. Selain itu, cukup minum air putih juga sangat disarankan agar fungsi ginjal tetap optimal.
Ada beberapa risiko jangka panjang yang mengintai mereka yang hidup dengan satu ginjal, seperti proteinuria (kebocoran protein dalam urin), penurunan fungsi ginjal, dan tekanan darah tinggi. Untuk mengantisipasinya, diperlukan pemeriksaan rutin seperti tes EGFR, kreatinin serum, dan USG ginjal.
“Diet juga harus dijaga. Hindari makanan tinggi natrium seperti makanan cepat saji, kalengan, serta kurangi konsumsi protein berlebih yang bisa membebani ginjal,” jelas Syifa.
Hidup dengan satu ginjal memang memungkinkan, namun memerlukan kesadaran tinggi terhadap pola makan, gaya hidup, dan pemeriksaan rutin. Dengan perhatian yang tepat, kualitas hidup tetap bisa terjaga meski hanya dengan satu ginjal.

