Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Minggu 22 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Hubungan Elon Musk dan Trump Memanas Kembali
    Global

    Hubungan Elon Musk dan Trump Memanas Kembali

    By Richard1 Juli 2025Updated:1 Juli 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi hubungan Elon Musk dan Trump yang memanas kembali (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Perseteruan antara miliarder teknologi Elon Musk dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuat ke publik. Hubungan yang sebelumnya sempat membaik saat Musk bergabung ke pemerintahan Trump, kini kembali memburuk setelah Musk keluar dari kabinet dan mengecam kebijakan fiskal yang diusulkan sang presiden.

    Elon Musk menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih dan Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) selama 130 hari. Namun, masa jabatannya berakhir sekitar 30 Mei 2025, di tengah krisis internal dalam upaya restrukturisasi pemerintahan federal. Meski begitu, pemerintah AS memastikan proyek efisiensi tersebut tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Musk.

    Konflik mencuat saat Musk secara terbuka mengkritik RUU ‘One Big, Beautiful Bill Act’, rancangan kebijakan anggaran besar yang diusulkan Trump. Dalam unggahan di platform X pada Rabu (4/6/2025), ia menyebut RUU itu sebagai “kekejian menjijikkan” dan “penuh omong kosong”, serta menyindir para anggota Kongres yang menyetujuinya.

    “Maaf, tetapi saya tidak tahan lagi. RUU belanja Kongres yang besar, keterlaluan, dan penuh dengan omong kosong ini adalah kekejian yang menjijikkan. Malu pada mereka yang memilihnya: Anda tahu Anda salah. Anda tahu itu,” tulis Musk.

    Ketegangan semakin memuncak ketika secara tidak langsung mendukung wacana pemakzulan Trump dalam sebuah balasan singkat “Ya” terhadap unggahan komentator konservatif Ian Miles Cheong di X, Kamis (5/6). Balasan itu memicu spekulasi luas tentang arah politik Musk yang mulai menjauh dari Partai Republik.

    Ironisnya, pada Februari 2025, ia sempat menyatakan kekagumannya terhadap Trump dan bahkan menjadi salah satu donatur utama kampanye pemilihan presiden dengan sumbangan hampir US$ 300 juta. Ia juga mengklaim membantu kemenangan Partai Republik dalam pemilu legislatif.

    Namun, pada Rabu (11/6), ia mengaku menyesali pernyataannya. “Saya menyesali beberapa unggahan saya tentang Presiden @realDonaldTrump minggu lalu. Itu keterlaluan,” tulisnya. Pernyataan ini muncul setelah Trump mengancam akan memberi “konsekuensi serius” pada Musk jika berupaya menghukum politisi pendukung RUU tersebut.

    Pernyataan permintaan maaf Musk disambut positif oleh Trump. “Saya pikir tindakannya itu sangat baik,” ujar Trump, Kamis (12/6), seperti dikutip dari Reuters dan Al Arabiya. Pernyataan serupa juga disampaikan Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt, yang menyatakan bahwa presiden menghargai klarifikasinya.

    Ketegangan antara kedua tokoh kuat ini mencerminkan dinamika rumit antara politik dan industri teknologi di AS menjelang pemilu berikutnya. Hubungan mereka yang kerap berubah-ubah menjadi sorotan media dan publik dunia.

    Donald Trump Elon Musk Perseteruan Tokoh Politik Amerika RUU Anggaran AS
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Thailand Gempur Kamboja Saat SEA Games Masih Berlangsung

    8 Desember 2025

    Menbud Sambut Delegasi ASEAN-COCI ke-60 di Jakarta

    26 November 2025

    Indonesia–Fiji Perkuat Jembatan Diplomasi Budaya

    13 November 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.