Jakarta – Di tengah kesibukan dan ritme hidup cepat di kota-kota besar, gaya desain Skandinavia menjelma menjadi oase baru yang menenangkan. Mengusung kesederhanaan, efisiensi, serta kehangatan visual, gaya ini kini makin populer di kalangan kaum urban Indonesia yang menginginkan kenyamanan dalam hunian modern.
Fenomena ini tak lepas dari perubahan tren di pasar properti, termasuk di kota wisata seperti Yogyakarta, Bali, Mandalika, dan Labuan Bajo. Investor dan wisatawan mancanegara ikut melirik hunian dengan estetika bersih khas Skandinavia, yang dikenal menyatu harmonis dengan lingkungan dan budaya lokal.
Shanny Poijes, pendiri sekaligus CEO CORE Concept Living, menyatakan bahwa desain Skandinavia sangat cocok dikombinasikan dengan elemen lokal Indonesia. “Perpaduan desain ini menghasilkan hunian yang bukan hanya estetik saat disewakan, tetapi juga menciptakan ruang hidup yang harmonis dan memiliki nilai jangka panjang,” ujarnya kepada Kompas.com pada Senin (19/5/2025).
Ciri khas desain Skandinavia dapat dikenali dari penggunaan warna netral seperti putih, krem, abu-abu, dan cokelat muda yang memberikan kesan bersih dan lapang. Sentuhan warna cerah biasanya hadir lewat tanaman atau karya seni, tanpa mengganggu kesan minimalis. Material kayu terang mendominasi, menciptakan kesan alami yang hangat dan tahan lama.
Aspek fungsionalitas sangat dijunjung tinggi dalam gaya ini. Setiap elemen dipilih berdasarkan kebutuhan praktis. Furnitur minimalis dan multifungsi dipadukan dengan tata ruang efisien, menjadikan rumah tidak hanya indah tapi juga mudah ditinggali.
Negara-negara Skandinavia yang mengalami musim dingin panjang menjadikan pencahayaan alami sebagai elemen penting. Maka, desain jendela besar, tirai tipis, dan penataan terbuka digunakan untuk memaksimalkan cahaya matahari. Di malam hari, pencahayaan buatan dipilih untuk menciptakan suasana nyaman dan intim.
Meski tampil minimalis, desain ini memperhatikan detail dengan serius. Karya seni, tekstil berpola sederhana, dan elemen dekorasi kecil dipilih dengan cermat untuk menambah karakter ruang tanpa kehilangan kesan bersihnya.
Shanny menambahkan bahwa integrasi dengan prinsip keberlanjutan, seperti pemanfaatan panel surya, LED hemat energi, hingga pengelolaan limbah, menjadikan desain ini semakin relevan di era modern. “Ini budaya umum di Swedia, dan kami bangga menerapkannya dalam konteks properti Indonesia,” tegasnya.
Dengan segala kelebihan tersebut, tak heran jika desain Skandinavia terus mendominasi pilihan hunian masa kini. Sederhana, namun memberi ruang bagi kehangatan dan keseimbangan hidup yang lebih baik.

