Yogyakarta – Layaknya alunan gamelan yang menyatukan beragam nada, Kementerian Kebudayaan kembali merajut hubungan erat dengan komunitas seni melalui penyerahan bantuan alat musik kepada Institut Musik Jalanan (IMJ) Yogyakarta. Penyerahan yang berlangsung pada Ahad (30/11/2025) itu menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap ekosistem seni berbasis komunitas yang terus tumbuh di Kota Pelajar.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sebuah aktivasi yang melibatkan musisi jalanan, komunitas seni, serta pemerintah daerah. Program ini merupakan bagian dari skema Bantuan Presiden yang menyasar penyediaan fasilitas alat musik demi memperkuat ruang kreatif komunitas.
“Musisi jalanan adalah bagian dari denyut kreativitas kota dan telah menjadi identitas Malioboro selama bertahun-tahun. Melalui dukungan alat musik dan fasilitas ini, kami ingin memberi ruang, kesempatan, dan afirmasi agar para musisi dapat terus berkembang dan menunjukkan bakat terbaik mereka,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui keterangan resmi.
Paket bantuan tersebut mencakup gitar akustik elektrik, bass lima senar, drum elektrik, speaker aktif, mixer audio, hingga perlengkapan pendukung seperti stand mikrofon dan stand speaker. Seluruh perangkat ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas latihan, pengembangan karya, hingga workshop yang rutin digelar komunitas IMJ.
Rekomendasi Konferensi Musik Indonesia (KMI) turut melandasi penyerahan bantuan ini, khususnya terkait penguatan pendidikan musik berbasis komunitas, pemanfaatan ruang seni publik, serta penyediaan fasilitas yang selama ini menjadi kendala utama perkembangan talenta. KMI juga menekankan pentingnya pembelajaran musik non-formal sebagai bagian dari ekosistem yang lebih inklusif, sesuatu yang telah lama diterapkan IMJ.
Koordinator IMJ Yogyakarta menyambut dukungan ini dengan penuh syukur dan menyebutnya sebagai peluang yang membuka cakrawala baru bagi musisi jalanan.
“Ini bukan sekadar bantuan alat, ini membuka jalan baru bagi teman-teman musisi untuk belajar, berkarya, dan memperluas masa depan mereka. Komunitas seperti kami hidup dari kesempatan, dan pemerintah hari ini memberi kami ruang lebih besar untuk itu,” ujarnya.
Penyerahan ini juga dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses bagi talenta kreatif tingkat komunitas. Dukungan ini diharapkan menjaga ruang-ruang alternatif seperti IMJ tetap aman, inklusif, dan produktif bagi generasi muda.
Dengan hadirnya fasilitas baru, IMJ optimistis dapat menghadirkan lebih banyak karya, memperkuat kualitas penampilan musisi jalanan, serta menjadikan seni sebagai jembatan yang merayakan keberagaman budaya Yogyakarta.

