Jakarta – Menyikapi lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia Tenggara, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh dinas kesehatan di Indonesia. Istana Negara menegaskan, edaran tersebut bukan dimaksudkan untuk menakuti masyarakat, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran virus yang kembali meningkat.
Juru Bicara Istana, Hasan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindakan antisipatif seiring dengan adanya peningkatan kasus di negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. “Ini bentuk kewaspadaan. Karena kita sadar di beberapa negara tetangga ada peningkatan kasus COVID lagi,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Kwarnas Pramuka, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/6/2025).
Hasan menyebutkan bahwa saat ini positivity rate nasional berada di angka 3,68 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa hampir 4 dari 100 orang yang diperiksa menunjukkan hasil positif COVID-19. Ia pun mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan protokol kesehatan yang pernah dijalankan sebelumnya, terutama menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan sehat, dan mengenakan masker jika merasa kurang sehat.
“Kalau badan nggak enak, pakai masker. Kurangi interaksi dengan orang kalau lagi sakit atau langsung periksakan diri ke dokter,” tuturnya. Ia menekankan bahwa pengalaman Indonesia dalam menghadapi pandemi sebelumnya menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak lengah.
Data dari Kemenkes mencatat pada pekan epidemiologi ke-22 (25-31 Mei 2025), terdapat tujuh kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia, dengan positivity rate sebesar 2,05 persen. Angka tertinggi tahun ini tercatat pada minggu epidemiologi ke-19, yaitu 3,62 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Timur.
Secara keseluruhan sepanjang 2025, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan terhadap 2.160 spesimen dan menemukan 72 kasus positif. Meski jumlah tersebut tergolong rendah dibanding puncak pandemi lalu, pihak berwenang tidak ingin kecolongan jika lonjakan terjadi secara tiba-tiba.
“Ini bukan buat menakut-nakuti, tapi harus waspada wajib,” tegas Hasan mengakhiri pernyataannya.
Dengan meningkatnya kasus di kawasan Asia Tenggara, pemerintah Indonesia berharap masyarakat tetap sigap dalam menjaga kesehatan pribadi serta lingkungan sekitar. Kewaspadaan menjadi kunci dalam menahan potensi gelombang baru penyebaran virus COVID-19.

