Jakarta – Setiap bulan, banyak perempuan harus menghadapi nyeri haid yang mengganggu aktivitas. Namun, di tengah arus modernisasi, jamu tradisional seperti kunyit asam dan beras kencur justru semakin dilirik sebagai solusi alami yang terbukti efektif.
Menurut dr. (Cand.) Inggrid Tania, M.S, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), bukan hanya budaya, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang telah dibuktikan melalui riset. “Ketika menjelang waktunya menstruasi, tiga hari sebelum sampai selesai menstruasi, itu minumnya jamu kunyit asam misalnya. Itu membantu supaya lebih berenergi, nggak cepat lemas,” ujarnya dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (26/5/2025).
Kunyit sebagai bahan utama memiliki kandungan antioksidan tinggi yang bisa menangkal radikal bebas serta berfungsi sebagai adaptogen, yaitu membantu tubuh menyesuaikan diri terhadap stres fisik maupun hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi. Selain itu, kandungan asam jawa turut memberi efek menyegarkan dan mengurangi ketegangan otot.
“Si kunyit ini sangat membantu menangkal radikal bebas karena dia antioksidan. Dan juga karena sifatnya sebagai antioksidan, itu juga memiliki sifat sebagai anti-aging,” jelas dr. Inggrid.
Setelah menstruasi berakhir, beberapa perempuan tetap mengalami gejala sisa seperti lemas atau pegal-pegal. Dalam kondisi ini, jamu beras kencur menjadi pilihan tepat untuk pemulihan alami. “Kalau selesai menstruasi misalnya, badan masih terasa pegal-pegal, itu bisa konsumsi jamu beras kencur. Beras kencur itu juga membantu mengatasi pegal-pegal dan sifat anti-aging-nya jelas,” tambahnya.
Jamu tradisional seperti kunyit asam dan beras kencur bisa dikonsumsi secara rutin oleh semua usia, mulai dari anak-anak usia satu tahun hingga lansia, asalkan takaran dan cara pengolahannya sesuai. “Kita bisa mengikuti resep yang biasa dibuat oleh nenek kita, ibu kita, itu pengetahuan yang sudah turun-temurun dan terbukti aman,” tegasnya.
Mengintegrasikan jamu dalam gaya hidup sehat perempuan masa kini dinilai sebagai langkah cerdas. Selain meredakan nyeri haid, jamu juga mendukung daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan alami pasca menstruasi.
Dengan konsumsi yang tepat dan berkala, jamu bukan hanya mengurangi keluhan bulanan perempuan, tetapi juga memperkuat hubungan dengan kearifan lokal yang telah terbukti secara ilmiah.

