Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Konsumsi Lemak Trans Lebih Berisiko dari Asal Minyak Babi
    Kesehatan

    Konsumsi Lemak Trans Lebih Berisiko dari Asal Minyak Babi

    By Richard31 Mei 2025Updated:31 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi minyak babi yang miliki lemak trans tinggi (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Di tengah perdebatan soal minyak babi, Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa isu utama bukan pada sumber minyak, melainkan kandungan lemak jahat di dalamnya. Minyak dari hewan maupun tumbuhan tetap berpotensi membahayakan jika mengandung kadar lemak trans tinggi yang tidak terkendali.

    Menurut dr Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, semua jenis minyak – termasuk minyak babi, sawit, dan lainnya – berpotensi mengandung lemak trans, yang dikenal sebagai asam lemak tidak jenuh.

    “Kalau asalnya apakah dari babi atau dari sawit, atau dari yang lainnya, itu kita tidak melihat dari sumber asalnya. Tapi yang penting konsumsi lemak trans, ya asam lemak tidak jenuh, itu yang kita batasi,” ujar dr Nadia saat dihubungi pada Sabtu (31/5/2025).

    Ia menambahkan bahwa konsumsi berlebihan terhadap lemak trans dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk jantung koroner. Lemak trans cenderung menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, kenaikan berat badan, serta gangguan sistem kardiovaskular jika dikonsumsi terus-menerus.

    “Jadi sebenarnya sama saja (sumbernya), yang penting hasil akhirnya. Jadi, kita tahu bahwa dia itu asam lemak transnya itu berisiko menimbulkan penyakit, seperti jantung koroner,” jelas dr Nadia.

    Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terkait kandungan minyak babi dalam beberapa produk makanan. Meski aspek kehalalan menjadi isu penting bagi sebagian masyarakat, dari sisi kesehatan, parameter utama tetap pada kualitas dan jumlah konsumsi lemak jahat.

    Sebagai langkah preventif, Kemenkes mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan berlemak dan memperhatikan label nutrisi pada kemasan produk. Pengurangan asupan lemak trans dinilai sebagai langkah penting dalam menekan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia.

    Dengan penekanan pada edukasi gizi dan konsumsi sehat, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih memahami risiko kesehatan tanpa hanya terfokus pada isu sumber bahan makanan.

    Kemenkes Kesehatan Jantung Lemak Trans Minyak Babi Penyakit Tidak Menular
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru Berstandar RSKEI

    19 November 2025

    Kenali 4 Jenis Kanker Kulit, Salah Satunya Paling Mematikan

    4 Juli 2025

    Picu Mimpi Buruk, Psikologi Ungkap Hubungan Makanan dan Tidur

    3 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.