Jakarta – Warisan pemikiran, budaya, dan sejarah Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia. UNESCO secara resmi menetapkan lima dokumen penting asal Indonesia sebagai bagian dari Memory of the World (MoW). Pengumuman ini telah tersampaikan sampaikan dalam Sidang Dewan Eksekutif ke-221 di Paris, Prancis, pada Jumat (11/4/2025).
Kelima warisan dokumenter tersebut adalah Arsip Tarian Jawa Mangkunegaran, Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian. Selain itu, Karya-karya Hamzah Fansuri, Surat dan Arsip Kartini, serta dokumen tentang Lahirnya ASEAN. Selanjutnya, keberhasilan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah inskripsi terbanyak untuk periode 2024–2025. Sebanyak 74 karya dokumenter terpilih dari 122 pengajuan global, menunjukkan proses seleksi yang ketat.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan khazanah budaya dokumenter yang diakui secara internasional,” tulis akun resmi @arsipnasionalri.
Berbagai lembaga ajukan warisan tersebut, seperti Arsip Nasional RI (ANRI), Perpustakaan Nasional RI. Hingga lembaga arsip internasional dari Belanda, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Inskripsi ini sekaligus menambah jumlah total warisan dokumenter Indonesia di daftar MoW menjadi 16.
Banyak pihak nilai kehadiran dokumen seperti surat Kartini dan arsip pembentukan ASEAN sebagai kontribusi penting terhadap kesetaraan gender dan stabilitas kawasan. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus melestarikan serta memastikan akses publik terhadap seluruh dokumen yang terdaftar.
Dengan pengakuan ini, Indonesia tak hanya menjaga warisan leluhur, tapi juga membawanya ke panggung dunia.

