Jakarta – Mi instan mungkin menjadi penyelamat bagi banyak orang di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu, namun dokter memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa jadi bom waktu bagi kesehatan. Unggahan seorang warganet di platform X yang mempertanyakan bahaya makan mi instan dua kali sehari menjadi viral dan memicu diskusi panas.
Warganet tersebut mengaku memiliki tetangga yang hampir tiap hari memakannya dua kali, tetapi terlihat sehat-sehat saja. “Bahaya mie dimakan tiap hari bahkan kdg 2x sehari apa? tp gue liat tetangga gue sehat2 aja makan mie tiap hari,” tulis akun @tanya***. Unggahan ini telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali per Rabu (21/5/2025).
Dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni, angkat bicara soal fenomena ini. Ia menegaskan bahwa konsumsi mi instan setiap hari sangat tidak disarankan karena kandungan lemak jenuh dan natriumnya yang tinggi. “Mi instan umumnya rendah serat, sehingga kurang baik bagi kesehatan pencernaan,” jelasnya saat dihubungi Kamis (22/5/2025).
Menurut Andi, kandungan garam yang tinggi bisa memicu tekanan darah tinggi dan gangguan metabolik jika dikonsumsi rutin. Ia menyarankan agar konsumsinya dibatasi maksimal satu kali seminggu. Selain itu, pola makan bergizi dengan banyak buah dan sayur perlu diutamakan.
“Menurut saya, cara seperti ini tidak masalah (makan mi 1 minggu sekali). Namun, kalau makan mi setiap hari itu enggak oke,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun seseorang rutin berolahraga atau mengonsumsi buah dan sayur, jika tetap makan mi setiap hari, maka efek jangka panjangnya tetap berisiko. “Sekalipun diimbangi, konsumsi mi instan harian tetap mengandung risiko bagi kesehatan, sehingga tetap tidak direkomendasikan,” pungkas Andi.
Kebiasaan makan mi instan yang dianggap sepele ternyata menyimpan bahaya serius jika dilakukan terus-menerus. Di tengah gaya hidup serba instan, penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian demi menjaga kesehatan jangka panjang.

