Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Kamis 19 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » MoU Kemensos–Diktisaintek Buka Jalan Kampus bagi Siswa Sekolah Rakyat
    Nasional

    MoU Kemensos–Diktisaintek Buka Jalan Kampus bagi Siswa Sekolah Rakyat

    Kerja sama Kemensos dan Diktisaintek menyiapkan beasiswa, pembinaan, dan pendampingan perguruan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat dari keluarga miskin.
    By Ericka2 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek),
    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Seperti filosofi “pendidikan adalah tangga mobilitas sosial,” pemerintah mencoba merapikan anak tangga itu agar bisa diinjak juga oleh anak-anak dari gang sempit dan rumah sederhana. Melalui kesepakatan baru, lulusan Sekolah Rakyat kini tak lagi sekadar bermimpi soal kampus, tetapi mulai melihat jalur nyata menuju bangku perguruan tinggi.

    Pemerintah meresmikan kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Diktisaintek) melalui penandatanganan adendum kesepahaman di kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (02/12/2025). Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyepakati sinergi tugas di bidang sosial, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, terutama untuk memperkuat hilirisasi program Sekolah Rakyat.

    Penandatanganan ini menjadi dasar bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mendapatkan akses beasiswa, pembinaan, dan pendampingan agar bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga di desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tidak terhenti di jenjang sekolah menengah.

    “Saya hari ini bahagia karena rencana MoU ini akhirnya terwujud,” ujar Gus Ipul.

    Ia memaparkan, lebih dari 6.000 siswa SMA Sekolah Rakyat diperkirakan lulus pada 2028. Dari simulasi awal, sekitar 4.000 di antaranya menyatakan minat melanjutkan ke perguruan tinggi. Untuk memperkuat pemetaan minat dan bakat, Kemensos sudah memulai tes DNA Talent. Hasil sementara menunjukkan 37 persen siswa cenderung pada bidang STEM, sementara sisanya tersebar pada kesehatan, teknik, dan disiplin ilmu lain.

    Bagi siswa yang tidak memilih jalur kuliah, pemerintah menyiapkan skema pembinaan sebagai tenaga terampil, baik untuk bekerja di dalam negeri maupun melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk penempatan di luar negeri.

    Saat ini, Sekolah Rakyat beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia dengan lebih dari 15.000 siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA. Program tersebut ditopang hampir 3.000 tenaga pendidik dan lebih dari 4.000 staf pendukung.

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk turun langsung mengasuh Sekolah Rakyat.
    “Kami memiliki lebih dari 4.000 kampus, hampir 10 juta mahasiswa, dan 300.000 dosen. Semua aset ini harus berpartisipasi dalam menyiapkan SDM unggul dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.

    Brian menjelaskan, kampus-kampus akan dipasangkan sebagai pembina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Pola pembinaan mencakup kunjungan rutin mahasiswa dan dosen, pendampingan peminatan studi, kelompok belajar, hingga peningkatan kapasitas guru melalui penguatan literasi teknologi dan pemutakhiran ilmu. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga didorong mengarahkan program pengabdian masyarakatnya bukan hanya ke desa, tetapi juga ke Sekolah Rakyat.

    “Harapan kami, siswa Sekolah Rakyat punya pemahaman utuh tentang dunia kampus dan prospek karier, sehingga mereka lebih siap menjalani pendidikan tinggi,” kata Brian.

    Melalui MoU ini, kedua kementerian menegaskan komitmen membuka jalan selebar-lebarnya agar anak-anak dari keluarga miskin bisa menapaki perguruan tinggi sesuai minat, bakat, dan kebutuhan industri. Seperti menenun kain Nusantara, setiap benang kebijakan, beasiswa, dan pendampingan diupayakan saling menguatkan demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdaya dan mandiri.

    Akses Pendidikan Miskin Gus Ipul Kemensos Pendidikan Tinggi Sekolah Rakyat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Aceh

    7 Desember 2025

    Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan untuk SEA Games 2025

    5 Desember 2025

    BMKG Waspadai Bibit Siklon di Selatan Indonesia Jelang Nataru

    2 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.