San Francisco – Di tengah gejolak kepercayaan digital akibat maraknya konten palsu dan AI, CEO OpenAI Sam Altman meluncurkan inovasi kontroversial bernama Orb Mini. Perangkat mungil ini bukan sekadar alat canggih, melainkan sebuah upaya verifikasi eksistensi manusia melalui pemindaian iris mata.
Orb Mini dikembangkan oleh startup Altman, Tools for Humanity, sebagai lanjutan dari proyek identitas digital berbasis biometrik bernama World ID. Alat ini digambarkan seperti paduan antara kamera futuristik dan perangkat dari serial fiksi ilmiah “Black Mirror”. Melalui pemindaian iris, pengguna akan mendapatkan identitas unik berbasis blockchain yang membuktikan bahwa mereka adalah manusia asli, bukan AI atau bot.
“Di era deepfake dan profil palsu, bukti biometrik adalah kunci kepercayaan masa depan,” ujar Altman dalam pernyataannya, sebagaimana dilaporkan Techradar.
Konsep ini lahir dari kekhawatiran terhadap semakin menipisnya garis antara manusia dan AI dalam kehidupan digital. Identitas yang dihasilkan, yaitu World ID, disimpan secara aman dalam sistem blockchain dan hanya dapat diakses oleh pemiliknya.
Namun, langkah ini menuai pro dan kontra. Sejumlah pengamat menyoroti isu privasi, terutama menyangkut penyimpanan data biometrik jutaan pengguna. Kekhawatiran meningkat jika sistem tersebut disalahgunakan atau mengalami kebocoran.
Meski begitu, Tools for Humanity optimistis dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra besar seperti Visa, Match Group, dan Razer.
“Orb Mini akan digunakan dalam berbagai sektor, dari transaksi keuangan hingga aplikasi kencan dan game online,” ungkap laporan Techradar.
Visa dilaporkan tengah mengembangkan kartu debit yang terintegrasi dengan World ID, sementara Match Group akan mengujicoba teknologi ini di Jepang untuk memverifikasi identitas dan usia pengguna aplikasi kencan. Razer, di sisi lain, tertarik untuk menerapkannya guna menyaring pemain bot dalam ekosistem game.
Orb Mini dirancang ringkas dan portabel, memungkinkan pengguna membawanya ke berbagai tempat. Tools for Humanity menargetkan distribusi 7.500 unit di seluruh Amerika Serikat sepanjang tahun 2025, termasuk melalui gerai pop-up dan mitra lokal.
Dengan kalimat tajam, Altman menekankan tujuan alat ini: “Kami membawa teknologi ini ke mana pun manusia berada – selama mereka masih punya mata.”
Langkah Altman dan Orb Mini kini menjadi pusat perhatian global, di tengah perdebatan tentang batas etika teknologi dan kebutuhan akan autentikasi manusia yang makin mendesak.

