Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Pasar Sunda Jadul Padaringan dan Campernik Diminati Wisatawan
    Nasional

    Pasar Sunda Jadul Padaringan dan Campernik Diminati Wisatawan

    By Richard11 Juni 2025Updated:11 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi Pasar Tradisional Sunda di Jawa Barat (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bandung – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, dua pasar tradisional di Jawa Barat menghadirkan napas segar dengan konsep jadul yang memikat. Pasar Padaringan di Bandung dan Pasar Awi Campernik di Cimahi mengusung nuansa pasar tradisional Sunda tempo dulu, lengkap dengan suasana hutan bambu yang adem dan sistem transaksi unik menggunakan koin bambu.

    Pasar-pasar ini hanya buka dua kali dalam sebulan, yakni pada Minggu pertama dan ketiga, menjadikannya agenda yang dinantikan oleh warga lokal maupun wisatawan dari luar kota. Mulai pukul 07.00 pagi, pengunjung sudah bisa menikmati aneka kudapan khas seperti surabi oncom, es goyobod, awug, leupeut, hingga bandrek, semua tanpa bahan pengawet maupun pewarna sintetis.

    “Cocok buat healing sambil kulineran. Tempatnya unik banget di tengah hutan bambu yang sejuk dan adem,” tulis Raditya Fadilah, salah satu pengunjung, dalam ulasan Google.

    Uniknya, kedua pasar tidak menggunakan sistem pembayaran tunai langsung. Pengunjung menukar uang rupiah menjadi koin bambu yang disebut pernik atau sen. Nilainya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 20.000. Sistem ini tidak hanya menambah pengalaman autentik, tetapi juga membantu menjaga kebersihan dan keteraturan transaksi.

    Pasar Padaringan berlokasi di Bukit Mbah Garut, Cibiru, Bandung, sedangkan Pasar Campernik berada di kawasan Cipageran, Cimahi. Kedua lokasi berada di tengah kawasan hijau yang alami dan cocok untuk relaksasi keluarga. Selain berbelanja, pengunjung juga diajak berkontribusi menjaga lingkungan melalui kemasan makanan ramah lingkungan dan sistem pembuangan sampah yang tertata.

    Menurut Ari Irawan, Ketua Pokdarwis Cisurupan, ini bukan sekadar destinasi wisata, tapi juga penggerak ekonomi lokal.

    “Ke depannya, efek pasar ini sangat luar biasa untuk meningkatkan perekonomian dan pengenalan seni budaya,” ucapnya.

    Antusiasme pengunjung yang terus meningkat bahkan mendorong wacana penambahan hari operasional. Meski begitu, pengunjung diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru melalui media sosial agar tidak salah jadwal. Mereka juga diingatkan untuk menjaga kebersihan area dan tidak membawa pulang koin bambu sebagai kenang-kenangan.

    Dengan perpaduan budaya, ekonomi lokal, dan kesadaran lingkungan, dua pasar ini berhasil merebut hati para pencinta wisata otentik dan menjadi contoh pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Jawa Barat.

    Jajanan Jadul Koin Bambu Pasar Tradisional Sunda UMKM Jawa Barat Wisata Bandung
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Aceh

    7 Desember 2025

    Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan untuk SEA Games 2025

    5 Desember 2025

    MoU Kemensos–Diktisaintek Buka Jalan Kampus bagi Siswa Sekolah Rakyat

    2 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.