Jakarta – Paus sering kali disebut sebagai “ikan paus”, meski sebutan tersebut tidak tepat secara ilmiah. Banyak orang masih keliru menyangka mereka sebagai jenis ikan karena hidup di laut dan tampilannya menyerupai ikan raksasa. Padahal, paus adalah mamalia laut, bukan ikan.
Secara biologis, paus memiliki banyak ciri khas mamalia seperti berdarah panas, melahirkan anak, serta menyusui bayi mereka. Ini sangat berbeda dengan ikan yang umumnya bertelur dan bernapas menggunakan insang. Paus justru bernapas lewat paru-paru dan harus naik ke permukaan air untuk mengambil oksigen.
Menurut Whale and Dolphin Conservation (WDC), paus tergolong dalam kelompok cetacea, sama seperti lumba-lumba dan pesut. Organisme ini mengandalkan udara atmosfer untuk bernapas dan memiliki sistem sirkulasi darah yang kompleks seperti manusia.
“Fakta yang jelas bahwa paus bukanlah ikan. Paus adalah mamalia, dan tidak ada mamalia lain yang bisa menyamai ikan,” ujar Profesor John Dupré, pakar sains dari Universitas Exeter.
Ia menjelaskan bahwa dalam bahasa sehari-hari, mereka tetap disebut “ikan” karena kebiasaan masyarakat dan kemiripan bentuk tubuh serta habitatnya yang sama-sama berada di laut. Akan tetapi, secara ilmiah, penyebutan itu tidak tepat.
Sebagai mamalia, mereka memiliki perilaku reproduksi yang sangat berbeda dari ikan. Sementara ikan bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan telur setiap musim, sebagian besar paus hanya melahirkan satu anak setiap beberapa tahun. Selain itu, pergerakan ekornya pun berbeda.
Kebingungan dalam penyebutan ini menjadi sorotan dalam kajian bahasa dan ilmu pengetahuan. Dupré menyatakan bahwa sains dan bahasa umum memang sering berjalan di jalur yang berbeda dalam mengklasifikasikan dunia biologis. Karena itu, masyarakat perlu lebih memahami klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sains.
Selain paus, ada pula mamalia laut lain seperti singa laut, anjing laut, duyung, hingga walrus yang kerap disalahartikan sebagai ikan. Pengetahuan yang benar soal klasifikasi ini penting, terutama untuk mendukung edukasi dan konservasi hewan laut yang semakin terancam.

