Malang – Dalam semangat memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah menetapkan target produksi gula konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton pada tahun 2025.
Upaya ini menjadi bagian dari realisasi visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mengedepankan swasembada pangan sebagai prioritas utama.
Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa Indonesia, sebagai negara besar, memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi gula.
Ia mencontohkan Kabupaten Malang, yang tercatat sebagai daerah produsen gula terbesar di Jawa Timur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2023, produksi gula di Jawa Timur mencapai 49 persen dari total produksi nasional atau sekitar 1,12 juta ton dari 2,2 juta ton.
“Karena itu saya mengimbau agar kinerja yang sudah baik ini dapat terus ditingkatkan. Apalagi saat ini kita sudah memasuki musim giling tebu tahun 2025, dengan rencana produksi gula nasional 2,59 juta ton,” ujar Arief Prasetyo Adi saat acara ‘Buka Giling Perdana Pabrik Gula Krebet Baru’ di Malang, Jawa Timur, pada Kamis (24/4/2025).
Arief juga berharap agar rendemen gula tahun ini dapat meningkat dari capaian tahun lalu sebesar 7,4 persen, melalui kerja sama semua pihak.
Ia menambahkan pentingnya memperkuat riset varietas tebu unggul, memperlancar akses petani terhadap sarana produksi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga stabilitas harga untuk kesejahteraan petani.
“Untuk itu, kita perlu memperkuat riset untuk varietas unggul, mempermudah akses petani terhadap sarana produksi, meningkatkan produktivitas tebu dan rendemen, serta menjaga kebijakan harga yang berkelanjutan bagi para produsen. Perlu diingat bahwa swasembada pangan itu bisa terjadi kalau kita sejahterakan petani,” katanya.
Saat ini, berdasarkan data per 23 April 2024, harga rata-rata gula di Indonesia tercatat Rp 18.530 per kilogram. Dalam upaya menjaga keseimbangan harga, NFA telah mengatur Harga Acuan Pembelian dan Penjualan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, dengan ketentuan harga gula di tingkat produsen sebesar Rp 14.500 per kg dan di tingkat konsumen Rp 17.500 per kg. Untuk wilayah retail modern dan Indonesia timur, harga ditetapkan sebesar Rp 18.500 per kg.
Sementara itu, Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menyatakan bahwa kegiatan buka giling nasional ini menandakan kesiapan Indonesia untuk mempercepat swasembada gula dalam waktu yang relatif singkat.
Dengan target produksi ambisius dan sinergi lintas sektor, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian pangan dalam waktu dekat.

