Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Kamis 26 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Penjualan Nissan di Indonesia Tertekan, Efisiensi Global Dipercepat
    Global

    Penjualan Nissan di Indonesia Tertekan, Efisiensi Global Dipercepat

    By Richard26 Mei 2025Updated:26 Mei 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi percepat efisiensi global untuk nissan Indonesia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Angin kencang efisiensi yang berembus dari pusat Nissan di Jepang kini mulai terasa hingga ke pasar Indonesia. Sambil menyusun rencana penutupan sejumlah pabrik perakitan global, Nissan juga harus menghadapi kenyataan pahit: performa penjualannya di Tanah Air terus merosot.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer) Nissan sepanjang Januari hingga April 2025 hanya mencapai 430 unit. Angka ini turun tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatatkan 436 unit. Penurunan ini juga tercermin dari penjualan retail (dari dealer ke konsumen), yang turun dari 506 unit pada 2024 menjadi 449 unit tahun ini.

    Mobil keluarga Nissan Serena e-Power menjadi tulang punggung dengan penjualan 184 unit, diikuti crossover compact Nissan Magnite dengan 123 unit, dan MPV Nissan Livina dengan 82 unit. Namun, pencapaian ini masih belum mampu mengangkat Nissan masuk dalam jajaran 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia.

    “Pasar Indonesia tetap penting bagi kami, tapi persaingan semakin ketat dan kami harus beradaptasi,” ungkap seorang narasumber internal Nissan Indonesia yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/5/2025).

    Di level global, Nissan sedang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kapasitas produksinya. Perusahaan otomotif asal Jepang ini disebut mempertimbangkan penutupan dua pabrik bersejarah di Jepang—Oppama dan Shonan—yang telah menjadi tulang punggung produksi sejak dekade 1960-an. Selain itu, beberapa pabrik di Meksiko, Afrika Selatan, India, dan Argentina juga masuk dalam radar restrukturisasi.

    Surat kabar Yomiuri menyebut, jika rencana ini dijalankan, Nissan akan mengurangi jumlah pabrik global dari 17 menjadi hanya 10, serta memangkas sekitar 15% dari tenaga kerjanya. Pabrik yang akan tetap beroperasi di Jepang antara lain pabrik Tochigi, Nissan Motor Kyushu, dan Nissan Shatai Kyushu di Fukuoka.

    Namun, pihak Nissan menyatakan bahwa informasi mengenai penutupan pabrik tersebut belum bersifat final. “Laporan yang beredar belum mewakili keputusan resmi perusahaan,” tulis Nissan dalam pernyataan resminya di laman web korporat.

    Di Indonesia sendiri, Nissan sudah menghentikan produksi lokal sejak 2020. Saat ini, seluruh unit yang dijual di Indonesia diimpor dari Thailand dan Jepang, membuat harga jualnya sulit bersaing dengan merek lain yang memiliki basis produksi lokal.

    Menurut pengamat otomotif Arief Nugroho, situasi ini menjadi tantangan ganda bagi Nissan. “Mereka tidak hanya kalah secara harga, tapi juga dalam hal ketersediaan unit dan layanan purnajual yang semakin terbatas,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa jika Nissan ingin tetap relevan di Indonesia, mereka harus segera mengubah strategi pemasaran, memperluas layanan purna jual, dan mungkin mempertimbangkan kerja sama dengan mitra lokal.

    Dengan tekanan di pasar domestik dan rencana efisiensi besar-besaran di tingkat global, masa depan Nissan di Indonesia kini berada pada persimpangan jalan. Strategi yang tepat menjadi kunci untuk memastikan keberlangsungan merek ini di tengah derasnya arus kompetisi industri otomotif nasional.

    Efisiensi Global Nissan Industri Otomotif Indonesia Nissan Indonesia Penjualan Mobil 2025 Restrukturisasi Nissan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Thailand Gempur Kamboja Saat SEA Games Masih Berlangsung

    8 Desember 2025

    Menbud Sambut Delegasi ASEAN-COCI ke-60 di Jakarta

    26 November 2025

    Indonesia–Fiji Perkuat Jembatan Diplomasi Budaya

    13 November 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.