Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Minggu 22 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Program MBG Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi hingga 0,86 Persen
    Ekonomi

    Program MBG Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi hingga 0,86 Persen

    By Richard3 Juli 2025Updated:3 Juli 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi MBG yang dongkrak ekonomi Indonesia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa jika anggaran MBG sebesar Rp 71 triliun terserap penuh dan tepat sasaran, maka program ini dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,86 persen.

    Rachmat menyampaikan hal ini dalam rapat bersama Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta pada Kamis (3/7/2025). Ia menegaskan, potensi kontribusi MBG terhadap PDB nasional sangat bergantung pada efektivitas belanja pemerintah. “Dengan belanja Rp 71 triliun, itu perkiraan kami bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi minimum 0,86 persen. Tapi kalau belanjanya tidak penuh atau tidak tepat sasaran, ya tidak bisa,” ujarnya.

    Namun, realisasi anggaran program ini masih jauh dari harapan. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti rendahnya penyerapan anggaran MBG, yang baru mencapai Rp 5 triliun hingga pertengahan tahun 2025. “Rp 5 triliun itu untuk setengah tahun pertama. Masih ada sekitar Rp 66 triliun yang belum terbelanjakan,” katanya.

    Ia mempertanyakan efektivitas program jika realisasi belanja tetap lambat. Menurutnya, pengaruh MBG terhadap pertumbuhan ekonomi tidak bisa maksimal bila hanya mengandalkan satu komponen dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Rachmat menjelaskan keterlambatan penyerapan terjadi karena kesiapan infrastruktur pendukung MBG seperti dapur umum dan tenaga pelaksana belum optimal. Ia optimistis, mulai Agustus 2025, realisasi akan mengalami percepatan seiring selesainya pelatihan petugas dan pengadaan sarana pendukung. “Akhir bulan ini akan ada percepatan. Agustus diproyeksikan bisa mencapai 20 juta penerima manfaat karena pelatihan petugas hampir selesai dan dapur-dapur sudah siap,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa implementasi anggaran harus dilakukan secara akuntabel dan berkualitas, bukan hanya mengejar nominal. Menurutnya, MBG hanyalah satu bagian dari strategi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih luas melalui PSN lainnya.

    Dengan sisa anggaran yang besar dan waktu yang kian menipis, keberhasilan program MBG akan sangat ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan dalam pelaksanaan di lapangan. Pemerintah kini berpacu dengan waktu untuk memastikan program ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata.

    Anggaran Bappenas Edukasi Gizi Kebijakan Sosial Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Program MBG
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.