Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Minggu 22 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Relief Raja Asyur dan Dewa Kuno Ditemukan di Nineveh
    Saintek

    Relief Raja Asyur dan Dewa Kuno Ditemukan di Nineveh

    Relief Raja Asyur dan Dewa Kuno Ditemukan di Nineveh
    By Richard15 Mei 2025Updated:15 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi relief Raja Asyur yang ditemukan di Nineveh (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Nineveh – Penemuan arkeologis mengejutkan terjadi di kota kuno Nineveh, Irak. Tim peneliti dari Universitas Heidelberg, Jerman, berhasil menemukan pecahan relief batu besar yang menggambarkan Raja Ashurbanipal bersama dewa-dewa utama Mesopotamia kuno. Relief Raja Asyur ini ditemukan tersembunyi di bawah reruntuhan istana kerajaan, dan dinilai sebagai salah satu temuan paling langka dari masa kejayaan Kekaisaran Asyur.

    Relief tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-7 SM dan menggambarkan Ashurbanipal—raja terakhir Kekaisaran Asyur—diapit oleh dewa Ashur dan Ishtar. Penambahan simbol dewa ikan serta manusia kalajengking membuat relief ini kian unik, mengingat kebanyakan karya seni istana pada masa itu jarang menampilkan dewa-dewa secara langsung.

    “Kami belum tahu pasti mengapa relief ini dikubur, ini sungguh membingungkan,” ujar Aaron Schmitt, arkeolog dari Universitas Heidelberg yang memimpin tim penggalian, Kamis (15/5/2025).

    Berukuran sekitar 5,5 x 3 meter dengan berat mencapai 13 ton, relief ini kemungkinan dibuat dari gipsum dan awalnya menghiasi ceruk dinding menghadap ke pintu utama ruang singgasana. Namun pada masa Helenistik, sekitar abad ke-2 atau ke-3 SM, relief ini diduga dipindahkan dan dikubur secara misterius di area yang tak biasa—sebuah lubang di balik pintu masuk.

    “Kami belum punya cukup data tentang aktivitas permukiman Nineveh pada masa Helenistik, ini masih menjadi teka-teki besar,” tambah Schmitt.

    Relief ini terlewatkan oleh para arkeolog Inggris yang menggali Nineveh pada abad ke-19. Hal itu diyakini karena posisinya yang tertimbun dalam dan jauh dari area ekskavasi utama. Schmitt pun mengungkap kemungkinan adanya motivasi politis atau keagamaan yang mendorong penguburan relief ini, meskipun hingga kini masih bersifat spekulatif.

    Kini, tim arkeolog tengah melakukan analisis lanjutan terhadap relief tersebut. Mereka berencana merekonstruksi dan mengembalikannya ke posisi semula agar dapat dinikmati publik. Proses ini diharapkan memberi pemahaman lebih mendalam mengenai fungsi dan makna artistik dari artefak monumental tersebut.

    “Kami berharap, penggalian selanjutnya bisa mengungkap lebih banyak konteks dari relief ini,” pungkas Schmitt.

    Kekaisaran Asyur Nineveh Relief Raja Asyur
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    1 November 2025

    Komet 3I/ATLAS Viral, BRIN Pastikan Aman bagi Bumi

    30 Oktober 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.