Jakarta – Dalam era digital yang semakin kompleks, rutinitas sederhana seperti me-restart ponsel ternyata memiliki dampak besar. Vendor ponsel ternama Samsung dan lembaga intelijen Amerika Serikat, NSA (National Security Agency), menyarankan pengguna Android maupun iPhone untuk membiasakan restart perangkat secara berkala. Tujuannya tidak hanya menjaga performa tetap optimal, tetapi juga sebagai langkah penting menjaga keamanan dari serangan siber.
“Masalah seperti ponsel lambat atau sistem yang tidak stabil kadang bisa teratasi hanya dengan restart,” tulis Samsung dalam laman resminya yang dirangkum dari situs Samsung Filipina.
Samsung bahkan menyediakan fitur restart otomatis yang bisa dijadwalkan pengguna. Fitur ini dapat diakses di ponsel Samsung seri Galaxy, misalnya Galaxy S23, melalui menu Settings > Device Care > Auto Optimization > Auto Restart. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengatur ponsel untuk restart di waktu-waktu tertentu, seperti pukul 03.00 dini hari saat perangkat tidak digunakan. Fitur ini hanya aktif saat baterai di atas 30 persen, layar mati, dan SIM card tidak terkunci.
Saran serupa datang dari NSA. Dalam panduan keamanan bertajuk Mobile Device Best Practices, NSA menganjurkan restart ponsel minimal sekali seminggu. Meski bukan jaminan perlindungan penuh, kebiasaan ini dapat mempersulit aksi peretasan, terutama serangan jenis zero-click yang bisa menyusup tanpa interaksi pengguna.
“Ancaman terhadap perangkat seluler kian marak dan semakin kompleks,” tulis NSA dalam laporannya.
Serangan zero-click memungkinkan pelaku mengakses data pribadi tanpa perlu korban mengeklik tautan atau menginstal aplikasi jahat. Restart rutin berfungsi memutus sesi akses ilegal yang sedang aktif, sehingga memperkecil peluang penyusupan lanjutan.
Selain restart, NSA juga menyarankan pengguna untuk mematikan koneksi WiFi dan Bluetooth saat tidak digunakan, memperbarui sistem dan aplikasi secara berkala, serta menonaktifkan layanan lokasi bila tak diperlukan. Menghindari tautan mencurigakan di pesan dan email juga menjadi langkah penting. Mereka menyarankan penggunaan kata sandi minimal enam digit serta menghindari penggunaan charger dari produsen tidak resmi.
Bagi pengguna Android, pastikan fitur Google Play Protect aktif untuk memindai aplikasi dari ancaman malware. Sementara pengguna iPhone disarankan melakukan pemindaian melalui perangkat Mac dengan antivirus seperti Intego, karena Apple membatasi pemindaian langsung di perangkat iOS.
Langkah sederhana ini, menurut NSA dan Samsung, dapat memperpanjang umur perangkat dan meningkatkan perlindungan dari ancaman siber yang kian canggih.

