Jakarta – Menyiram tanaman memang menjadi rutinitas yang tak bisa dilewatkan, apalagi saat musim kemarau. Namun, siapa sangka bahwa waktu penyiraman yang salah justru dapat merugikan, bukan hanya bagi tanaman, tetapi juga bagi tagihan air bulanan. Praktik umum yang terlihat sepele ini nyatanya memiliki dampak besar jika dilakukan di waktu yang tidak tepat.
Sara Rubens, pendiri Seed to Sanctuary, menyebut bahwa menyiram tanaman antara pukul 10.00 hingga 16.00 merupakan waktu terburuk. “Pada rentang waktu ini, sinar matahari berada pada puncaknya, menyebabkan air cepat menguap sebelum terserap oleh tanah,” jelasnya seperti dilansir dari The Spruce.
Ia menambahkan bahwa akibatnya, akar tanaman tidak mendapatkan cukup hidrasi, dan air yang digunakan pun menjadi sia-sia. Selain itu, air yang tertinggal di permukaan daun saat matahari terik bisa memperbesar risiko kerusakan karena berperan seperti kaca pembesar, yang memfokuskan sinar matahari dan membakar daun.
Jika menggunakan sistem sprinkler otomatis di siang hari, risiko tagihan air membengkak pun makin besar, karena efisiensi penyiraman menjadi rendah.
Sebaliknya, menurut Sara, waktu terbaik untuk menyiramnya adalah pada pagi hari, antara pukul 05.00 hingga 09.00. Suhu yang masih sejuk dan angin yang lebih tenang memungkinkan air menyerap lebih maksimal ke dalam tanah, memberikan hidrasi optimal bagi tanaman sepanjang hari.
“Suhu pagi yang lebih rendah dan kelembapan udara yang masih stabil membantu mencegah penguapan air secara berlebihan,” jelasnya. Jika waktu pagi terlewat, sore hari bisa menjadi alternatif, meski tetap kurang ideal dibanding pagi.
Sara menekankan bahwa penyiraman di malam hari sebaiknya dihindari karena kelembapan yang menetap semalaman dapat memicu pertumbuhan jamur dan penyakit tanaman lainnya.
Dengan memahami waktu yang tepat dalam menyiram tanaman, pemilik kebun atau taman rumah tidak hanya dapat menjaga kesegaran tanaman, tetapi juga menghemat air serta mencegah pemborosan biaya. Praktik sederhana ini, jika dilakukan dengan benar, bisa memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan dan kantong.

