Bangkok – Di panggung gemerlap Miss Universe 2025, langkah Sanly Liu bak tarian dua dunia: sayap Garuda sebagai penjaga negeri dan nuansa yadnya Bali yang sarat persembahan. Melalui busananya, ia mencoba merangkai kisah Indonesia di mata jagat.
Miss Universe Indonesia 2025 itu menghadirkan dua identitas budaya dalam rangkaian kegiatan kontes kecantikan tersebut. Dikutip dari akun Instagram @inggikendran.official yang berkolaborasi dengan @sanlyliuu, Rabu (19/11/2025), kostum tersebut digunakan oleh Sanly dalam ajang National Costume Miss Universe 2025.
Pada The Universe Ceremony, Rabu (5/11/2025), Sanly tampil dengan kebaya kontemporer bermotif Garuda. Sementara pada sesi National Costume, ia mengenakan kostum “Bali Yadnya – The Eternal Offering of Devotion” karya desainer asal Bali, I Nyoman Inggi Kendran, yang khusus dirancang untuk mewakili tradisi Pulau Dewata di panggung internasional.
Kebaya Garuda yang dikenakan di Bangkok merupakan rancangan desainer Hendra Chrystianto. Ia memadukan torso brokat hitam dan merah berhias manik-manik yang membentuk siluet sayap di bagian dada. Di atasnya, bolero jacquard hijau zaitun memberi sentuhan modern, sementara kain batik bermotif Garuda di bagian bawah mengikat unsur tradisional dalam satu tampilan.
“Keanggunan Indonesia modern terpancar melalui kebaya kontemporer bermotif Garuda yang megah,” tulisnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (7/11/2025).
Hendra menempatkan Sanly sebagai figur perempuan Indonesia yang bergerak luwes di antara modernitas dan akar budaya. Kebaya dengan detail simbol Garuda ini disiapkan untuk sesi penyambutan seluruh kontestan, sehingga identitas negara langsung tampak sejak tahap awal kompetisi.
“Terinspirasi dari Garuda—burung mitologis pembawa Dewa Wisnu yang melambangkan kekuatan, kebesaran, dan perlindungan ilahi—paduan warna hitam, emas, merah, dan tembaga memancarkan makna kekuatan, semangat, cinta, dan keanggunan,” ujar dia.
Desain slim fit dengan struktur torso tegas membuat penampilan Sanly terkesan formal dan tajam, sejalan dengan karakter acara pembuka Miss Universe. Motif burung mitologis itu menjadi penanda bahwa ia membawa simbol negara, bukan sekadar gaun cantik di karpet merah.
Narasi budaya kemudian bergeser ketika Sanly melangkah ke sesi National Costume. Kali ini, ia mengangkat tradisi Bali melalui kostum “Bali Yadnya – The Eternal Offering of Devotion”. Kostum tersebut menggambarkan semangat yadnya, yakni persembahan tulus dalam ajaran Hindu Bali, yang menautkan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Melalui karya Inggi Kendran, unsur warna, ornamen, dan siluet kostum dipadukan untuk menampilkan suasana upacara sakral di Bali yang penuh bunga, doa, dan simbol pengorbanan. Sanly berdiri sebagai pusat cerita, seperti penari yang mengantar persembahan di pelataran pura, namun kini berpijak di panggung dunia.
Kombinasi kebaya Garuda dan kostum Bali Yadnya memperlihatkan cara Indonesia merangkai simbol nasional dan kekayaan lokal dalam satu alur. Dari lambang negara hingga ritual adat, Sanly Liu mencoba menunjukkan bahwa keindahan perempuan Nusantara bukan hanya pada rupa, melainkan pada cerita panjang budaya yang menyertainya.

