Jakarta โ Di balik kelembutan seprai dan empuknya bantal tempat kita beristirahat setiap malam, ternyata tersembunyi koloni mikroba berbahaya. Para ahli mengingatkan bahwa seprai dan sarung bantal yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkembang biaknya jutaan bakteri dan jamur, jauh lebih kotor daripada dudukan toilet.
Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan tempat tidur Amerisleep di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sarung bantal yang tidak dicuci selama satu minggu bisa mengandung hingga tiga juta bakteri per inci persegi. Angka tersebut 17 ribu kali lebih tinggi dibanding permukaan dudukan toilet.
Temuan ini diperkuat oleh studi David Denning, profesor penyakit menular dari University of Manchester, yang meneliti enam bantal berusia 1,5 hingga 20 tahun. Hasilnya, semua bantal tersebut mengandung jamur, terutama Aspergillus fumigatus yang dapat membahayakan kesehatan, terutama pada penderita penyakit pernapasan.
“Dalam hal angka, ada miliaran atau triliunan partikel jamur di setiap bantal,” ujar Denning.
Jamur muncul sebagai hasil kombinasi dari keringat kepala saat tidur, tungau debu rumah, serta suhu hangat dari bantal yang digunakan selama berjam-jam. Selain itu, kebiasaan buruk seperti makan di tempat tidur, membiarkan hewan peliharaan naik ke kasur, atau tidur tanpa mandi setelah keluar rumah ikut mempercepat pertumbuhan mikroorganisme ini.
Denning menjelaskan bahwa sekadar mencuci seprai di mesin cuci tidak cukup. Jamur mampu bertahan di suhu 50 derajat Celcius, dan penjemuran yang kurang maksimal justru membuat seprai semakin lembap, mempercepat pertumbuhan jamur.
Solusinya? Para ahli merekomendasikan untuk mengganti seprai dan sarung bantal setiap dua tahun sekali, atau setiap 3โ6 bulan bagi penderita asma atau masalah pernapasan. Selain itu, seprai sebaiknya dicuci minimal seminggu sekali, dijemur sampai benar-benar kering, dan disetrika agar bakteri mati oleh suhu panas.
Meski tampak sepele, merawat kebersihan tempat tidur ternyata merupakan langkah krusial dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Karena kenyamanan tidur tak hanya soal empuknya bantal, tapi juga bersihnya lingkungan tempat kita memulihkan tenaga.

