Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Surplus Beras 2025, Indonesia Bidik Jadi Lumbung Pangan Dunia
    Ekonomi

    Surplus Beras 2025, Indonesia Bidik Jadi Lumbung Pangan Dunia

    Capaian surplus beras nasional memperkuat optimisme Indonesia untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan global.
    By Ericka26 April 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Indonesia surplus beras siap jadi lumbung pangan dunia 2025
    Ilustrasi Indonesia surplus beras siap jadi lumbung pangan dunia 2025 (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Produksi gabah nasional yang melonjak hingga 13,9 juta ton pada April 2025 menandai langkah besar Indonesia menuju swasembada pangan.

    Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan optimisme ini dalam forum International Fertilizer Producers Event di Bali.

    Sudaryono menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari program intensif seperti pompanisasi dan pipanisasi, yang telah mengairi lebih dari 2 juta hektare lahan.

    “Indeks pertanaman kita meningkat. Ini berarti produktivitas lahan juga naik. Satu kali tanam dalam setahun kini bisa menjadi dua hingga tiga kali. Ini capaian luar biasa,” katanya di hadapan peserta forum, Rabu (23/4/2025).

    Berkat peningkatan produktivitas, pemerintah melalui Perum Bulog telah menyerap 1,4 juta ton gabah dari target 2 juta ton untuk bulan April ini.

    Jika target ini terpenuhi, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor beras.

    Dalam kesempatan itu, Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Bulog, menegaskan komitmen menjaga ketersediaan beras nasional, sambil membuka peluang untuk mendukung negara lain yang tengah mengalami krisis pangan seperti Jepang, Filipina, dan Malaysia.

    “Sebagai Wakil Menteri, tentu saya prioritaskan masyarakat kita. Tapi kami juga ingin berkontribusi memberi makan dunia,” ujarnya.

    Sudaryono juga menyoroti pentingnya inovasi dalam sektor pupuk untuk memperkuat ketahanan pangan. Ia menegaskan, pupuk menjadi kunci utama keberhasilan pertanian selain benih dan air.

    Ia mengungkap, sejak menjabat, dirinya menerima ribuan keluhan petani terkait kesulitan mendapatkan pupuk tepat waktu akibat kompleksitas regulasi.

    Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo Subianto telah mereformasi sistem distribusi pupuk dengan menyederhanakan birokrasi, hanya melibatkan Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dan petani.

    “Hasilnya sangat positif, distribusi menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, petani kembali aktif menanam, konsumsi pupuk meningkat, dan produksi pangan nasional mencatat rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka,” tutur Sudaryono.

    Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mempererat kolaborasi internasional dalam inovasi teknologi pupuk ramah lingkungan guna menjawab tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi dunia.

    Ketahanan Pangan Global Produksi Gabah Nasional Program Pompanisasi Surplus Beras Indonesia Wamentan Sudaryono
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.