Jakarta – Ketegangan yang sempat membumbui hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Tesla, Elon Musk, kini mereda. Elon Musk secara terbuka menyatakan penyesalan atas pernyataan-pernyataan kerasnya di media sosial, dan langkah ini mendapat respons positif dari Trump.
Dalam wawancaranya dengan media New York Post pada Rabu (11/6/2025), Trump menyebut permintaan maaf Musk sebagai langkah yang baik. Pernyataan ini muncul setelah ia menghapus sejumlah unggahan yang sebelumnya menyerang Trump, termasuk kritik keras terhadap rancangan undang-undang pajak dan pengeluaran yang disebutnya sebagai “kekejian yang menjijikkan.”
“Saya pikir tindakannya itu sangat baik,” ujar Trump, menanggapi penyesalan Musk.
Sebelumnya, hubungan antara keduanya memanas setelah saling sindir di media sosial. Musk bahkan sempat mengisyaratkan dukungan terhadap pemakzulan Trump. Namun, beberapa hari kemudian, ia mengakui bahwa kritiknya sudah kelewatan dan menunjukkan keinginan untuk memperbaiki hubungan mereka.
Langkah Musk ini ditanggapi oleh orang-orang terdekatnya sebagai bentuk refleksi dan upaya untuk menjalin kembali komunikasi yang baik dengan Trump, terlebih menjelang masa-masa krusial pemilihan umum di AS.
Sumber yang dekat dengan Musk menyebutkan bahwa kemarahannya telah mereda dan kini ia berupaya untuk bersikap lebih konstruktif. Meski belum ada sinyal bahwa hubungan mereka akan kembali seperti semula, setidaknya tensi yang sempat memanas kini mulai mereda.
Kisruh antara dua tokoh berpengaruh ini menjadi sorotan publik AS, mengingat posisi keduanya sebagai ikon kekuasaan dan teknologi yang kerap mempengaruhi arah kebijakan dan opini publik.
Dengan mencairnya hubungan mereka, sejumlah pengamat menilai bahwa ini bisa membuka jalan bagi kolaborasi di masa depan, terutama dalam bidang industri dan inovasi teknologi yang membutuhkan dukungan pemerintah.

