Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Undur-undur Jadi Obat Alternatif, Ini Penjelasan Ilmiahnya
    Kesehatan

    Undur-undur Jadi Obat Alternatif, Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Larva pemangsa ini ternyata menyimpan potensi besar sebagai terapi tradisional untuk diabetes.
    By Richard14 Mei 2025Updated:14 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi undur-undur yang menjadi obat alternatif untuk diabetes (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jogja – Di balik bentuknya yang kecil dan menyeramkan, undur-undur menyimpan rahasia kesehatan yang menarik. Banyak masyarakat mengenal hewan ini hanya sebagai serangga liar penghuni pasir. Namun kini, larva dari serangga Myrmeleon sp. ini mulai mencuri perhatian sebagai bahan alternatif pengobatan, terutama untuk penderita diabetes melitus.

    Undur-undur, yang dikenal juga sebagai antlion larvae dalam bahasa Inggris, merupakan bentuk larva dari serangga bersayap jala dalam ordo Neuroptera. Dalam fase larvanya, hewan ini dikenal sebagai predator ganas semut dan serangga kecil lain. Namun ketika dewasa, antlion justru bertransformasi menjadi serangga lembut peminum nektar yang hanya hidup sekitar sebulan.

    Penelitian dari Universitas Jember menyebutkan bahwa undur-undur darat mengandung senyawa sulfonylurea, zat aktif yang dapat merangsang pankreas memproduksi insulin. Zat ini juga ditemukan dalam beberapa obat medis untuk penderita diabetes, sehingga konsumsi undur-undur dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah secara alami.

    “Undur-undur memiliki kandungan yang dapat membantu memperbaiki fungsi pankreas. Ini penting dalam pengendalian kadar gula darah,” ungkap Mia Roosmalisa Dewi dalam artikelnya di Repository Universitas Jember.

    Metode konsumsi undur-undur pun beragam, mulai dari menelannya secara langsung dalam kondisi hidup, mengeringkannya lalu dijadikan kapsul, hingga dikombinasikan dengan bawang putih tunggal. Namun, metode ini masih bersifat tradisional dan belum melalui uji klinis komprehensif, sehingga masyarakat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mencobanya.

    Selain diabetes, undur-undur juga disebut-sebut bermanfaat untuk penyakit kuning dan maag menurut Journal of Halal Product and Research. Namun, persoalan kehalalan konsumsi serangga ini masih menjadi perdebatan, terutama dari sudut pandang etnozoologi dan syariat.

    Larva ini dikenal luas di berbagai habitat dunia, dari hutan berpasir hingga lahan pertanian. Di Indonesia sendiri, praktik konsumsi undur-undur telah lama dilakukan secara turun-temurun, meski belum dibarengi dengan legalitas medis yang memadai.

    Bagi masyarakat modern, fenomena ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal bisa membuka pintu pada solusi kesehatan alternatif. Namun kehati-hatian tetap penting, mengingat setiap pengobatan tradisional membutuhkan kajian ilmiah dan medis yang lebih mendalam sebelum diterapkan secara luas.

    Kesehatan Alternatif Kesehatan Tradisional Obat Tradisional
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru Berstandar RSKEI

    19 November 2025

    Kenali 4 Jenis Kanker Kulit, Salah Satunya Paling Mematikan

    4 Juli 2025

    Picu Mimpi Buruk, Psikologi Ungkap Hubungan Makanan dan Tidur

    3 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.